Plt Dirjen PAS resmikan fasilitas pembinaan membatik di Lapas Semarang

Plt Dirjen PAS resmikan fasilitas pembinaan membatik di Lapas Semarang

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Nugroho (tengah) dalam peresmian bangunan dan fasilitas membatik di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020). (ANTARA/Dokumentasi Ditjen PAS)

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Nugroho meresmikan bangunan dan fasilitas membatik di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

LPP Semarang sebelumnya telah dikenal luas sebagai sentra produksi kain batik yang berkualitas baik dan mampu bersaing dengan produksi perajin luar lapas.

"Dengan semakin lengkap dan bertambah fasilitas membatik di Lapas Perempuan Semarang, diharapkan akan lebih banyak warga binaan yang dapat mengikuti dan mendalami keterampilan membatik, sehingga dapat menjadi bekal bagi dirinya saat keluar dari lapas," ujar Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima, di Jakarta, Selasa.

Nugroho pun menyinggung tentang masih kurang ekspose media tentang keberhasilan lembaga pemasyarakatan di Indonesia dalam menciptakan narapidana-narapidana unggul penghasil karya di dalam lapas, khususnya batik dari Lapas Perempuan Semarang.

Nugroho memberikan apresiasi kepada UNODC sebagai lembaga nonpemerintah atau NGO (non government organization) yang telah membantu melengkapi fasilitas membatik, serta Second Change Fondation yang telah memberi pelatihan membatik bagi narapidana di Lapas Perempuan Malang.

Country Manager UNODC di Indonesia Colly Brown menyatakan kekagumannya kepada Ditjen Pemasyarakatan dengan segenap tugas yang diemban, antara lain menyiapkan keterampilan bagi narapidana sebagai bekal saat bebas nanti.

"Respect yang besar kami haturkan untuk semua insan pemasyarakatan atas dedikasi yang diberikan untuk kehidupan WBP yang lebih baik," ujar Colly.
Baca juga: Ketua Bawaslu tinjau TPS Lapas Perempuan Semarang

Menyinggung fasilitas batik yang diberikan untuk Lapas Perempuan Semarang, Colly mengungkapkan bahwa UNODC memprioritaskan fasilitas membatik karena memandang hal itu sangat berguna bagi narapidana LPP Semarang.

"Dengan ini kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan motivasi dan semangat bagi seluruh narapidana di LPP Semarang, sehingga tidak hanya sebagai pengisi waktu luang, namun juga harus berguna bagi keberlangsungan hidup mereka hingga bisa menjadi bekal hidup setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan," kata dia.

Tarsono, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah juga menyambut baik diresmikannya fasilitas membatik di LPP Semarang.

"Bantuan paket lengkap ini akan menambah kemampuan dan keterampilan narapidana dan meningkatkan produksi dari Lapas Perempuan Semarang," ujar Tarsono.

Adanya fasilitas tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat telah bersama-sama melakukan tugas mulia berupa pembinaan yang baik bagi narapidana.

"Ini sesuai dengan konsep pembinaan pemasyarakatan, dengan masyarakat yakni NGO ikut aktif bersama-sama dengan pemerintah peduli terhadap pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Kami berharap kerja sama ini berlangsung terus untuk menciptakan sistem pembinaan yang baik," kata Tarsono pula.
Baca juga: Lapas Perempuan Semarang usulkan 136 penghuni ikuti perekaman KTP-e
Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020