Edhy Prabowo: Komunikasi persuasif lebih efektif atasi politik uang

Edhy Prabowo: Komunikasi persuasif lebih efektif atasi politik uang

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dalam sidang ujian doktor terbuka di Aula Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/3/2020). ANTARA/M Razi Rahman/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, menyatakan, strategi komunikasi persuasif jauh lebih efektif dibandingkan faktor lainnya termasuk politik uang, sehingga politisi yang amanah jangan pernah cemas bila kekurangan modal materi dalam pemilu.

"Jangan pernah khawatir bagi caleg di masa depan yang memiliki logistik terbatas, majulah sebagai caleg yang amanah karena masyarakat kita juga sudah berkembang," kata dia, dalam sidang ujian terbuka promosi doktor di Aula Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Rabu.

Menurut dia, hal ini karena apapun gagasan yang disampaikan setiap orang, termasuk politisi yang ikut dalam Pemilu, bahwa apapun gagasan yang dihasilkan, tanpa adanya komunikasi yang baik ujung-ujungnya hanya akan sia-sia belaka.

Politisi Gerindra itu berpendapat bahwa ada kesalahan dari sejumlah calon legislatif yang menyatakan terlalu optimistis bahwa akan dengan mudah menang pemilu. Padahal orang itu lupa melakukan studi atau kajian pemetaan terhadap konstituen mereka.

Ada kesalahan calon legislatif, bahwa dia terlalu optimis mudah mencari suara sehingga lupa melakukan pemetaan terhadap konstituen mereka.

"Yang pertama harus dilakukan adalah analisa khalayak barulah kita mengetahui langkah-langkah dan strategi selanjutnya," kata menteri yang pernah mengecap pendidikan di Akademi Militer di Magelang itu.

Ia menegaskan, berapapun ongkos atau biaya yang dikeluarkan oleh suatu calon, bila tidak melakukan pemetaan terhadap konstituennya, maka ke depannya juga dijamin tidak akan bisa untuk merebut suara yang dibutuhkan untuk menang dalam kontestasi.

Ia mengusung disertasi "Komunikasi Persuasif Calon Legislatif dalam Kampanye Politik", dengan menggunakan studi kasus Dapil I Sumatera Selatan pada Pemilu Legislatif periode 2014-2019.

Sebelumnya, dia telah menyelesaikan ujian tertutup pada Jumat, 24 Januari 2020. "Kala itu, beliau berhasil mempertahankan disertasi tersebut di hadapan ketua sidang, tim promotor, dan tim oponen ahli di ruang sidang Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad," ungkap Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Agung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tri Prasetyo.

Dalam penelitiannya, Prabowo menyoroti adanya perubahan sikap mental dari para pemilih yang semakin kritis. Para pemilih cenderung tidak mudah percaya dengan politik uang.

Selain itu, para pemilih semakin memiliki kedaulatan ketika akan memilih pilihannya. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa pemilih kritis atau pemilih tradisional dan bahkan mereka yang berada dalam lingkungan masa mengambang tetap saja memiliki kecerdasan untuk secara jitu mengetahui integritas calon legislator.

Sejumlah tokoh nasional menghadiri sidang terbuka di Universitas Padjadjaran, Bandung, Rabu, antara lain Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020