Bupati Nunukan: Waspadai banjir kiriman dari Malaysia

Bupati Nunukan: Waspadai banjir kiriman dari Malaysia

Banjir yang menenggelamkan rumah warga di Kecamatan Sembakung Kabupaten Nunukan

Nunukan (ANTARA) - Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara meminta masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Sembakung agar mewaspadai banjir kiriman dari negara tetangga Malaysia.

Wilayah ini seringkali terendam banjir kiriman dari Malaysia setiap tahun serta belum ditemukan solusi untuk mencegahnya.

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid di Nunukan, Kamis mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah bantaran Sungai Sembakung agar bersiap-siap mengantisipasi terjadinya banjir kiriman dari hulu.

Sungai Sembakung seringkali meluap akibat kiriman banjir tersebut yang berhulu Nabawan dan Sepulut Negeri Sabah, Malaysia.

Peringatan Pemkab Nunukan dikeluarkan setelah mendapatkan informasi dari Camat Lumbis Pansiangan pada Selasa (8/3) bahwa daerah di hulu sungai itu telah memasuki musim hujan.

Menurut Laura, pengalaman - pengalaman sebelumnya, jika curah hujan sedang tinggi di daerah hulu sungai maka kemungkinan besar wilayah di daerah hilir yang meliputi wilayah di Kecamatan Lumbis dan Sembakung akan mengalami banjir.

Banjir yang terjadi pada kedua kecamatan di Kabupaten Nunukan ini selalu merendam perkampungan dan fasilitaa umum seperti sekolah dan perkantoran.

Sebagai langkah antisipasi, Laura meminta kepada masyarakat agar bersiap siaga dan mulai mengamankan dokumen dan barang – barang berharga yang dimilikinya di tempat yang aman.

Baca juga: BPBD: Banjir rendam empat kecamatan di Nunukan

Baca juga: Banjir kiriman Malaysia di Sembakung telan korban

Baca juga: Ribuan rumah terendam di Sembakung Nunukan


Laura juga mengintruksikan agar Pemerintah Kecamatan Lumbis dan Sembakung, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan dan PMI untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan jika sewaktu-waktu terjadi banjir besar.

Pemkab Nunukan mulai mempersiapkan skenario penanganan sejak dini jika sewaktu-waktu terjadi banjir di kecamatan tersebut.

“Semua harus kita persiapkan sejak dini, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi banjir sudah ada skenario penanganan yang disiapkan, sambil kita terus berdoa semoga curah hujan di wilayah hulu tidak terlalu tinggi sehingga kalaupun terjadi banjir tidak sampai merendam kawasan pemukiman,” kata Laura.
Pewarta : Rusman
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020