Muhammadiyah Surabaya buka posko dan dapur umum lawan COVID-19

Muhammadiyah Surabaya buka posko dan dapur umum lawan COVID-19

Ketua PDM Surabaya Mahsun bersama anggota Nasyiatul Aisyiyah meracik empon-empon menjadi minuman herbal penangkal virus corona di Surabaya, Jumat (20/3/2020). ANTARA/HO-Muhamamdiyah Surabaya

Surabaya (ANTARA) - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran virus corona atau COVID-19 di "Kota Pahlawan" itu, dengan membuka posko dan dapur umum.

"Seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah Surabaya di setiap tingkatan harus bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah dan bersama-sama jihad melawan COVID-19 ini bentuk ikhtiar kita secara maksimal dalam mendukung upaya menangkal virus lebih banyak terjadi di Surabaya," kata Ketua PDM Surabaya Mahsun di Surabaya, Jumat.

Dia menjelaskan posko dan dapur umum tersebut akan dipusatkan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Wuni No. 9 Surabaya. Posko tersebut akan dibuka mulai Sabtu (21/3) sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Selain itu, PDM Surabaya dan Angkatan Muda Muhammadiyah akan membentuk Satgas Relawan Lawan COVID-19.

Baca juga: FK BUMN akan buat posko tanggap darurat virus corona

Satgas tersebut akan melakukan kegiatan, antara lain penyemprotan disinfektan di masjid dan mushalla, pembuatan sabun antiseptik dan cairan pembersih tangan, dapur umum, mengolah empon-empon menjadi wedang uwuh, dan melakukan pembagian masker.

"Kami dapat juga bantuan empon-empon dari wali kota sebanyak 1.500 paket yang nantinya akan kita berikan secara gratis ke warga," katanya.

Mahsun mengatakan Muhammadiyah tidak boleh berdiam diri karena penyebaran virus corona sebagai pandemi sehingga penanganan dan pencegahannya perlu dukungan semua pihak.

"Seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah Surabaya di setiap tingkatan harus bersama-sama mengikuti anjuran pemerintah dan bersama-sama jihad melawan COVID-19 ini," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh komponen bangsa bersama-sama menghindari kegiatan yang bisa mendatangkan massa atau terjadi kontak antarmanusia. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penularan virus corona.

"Makanya kita juga meliburkan anak sekolah sampai akhir Maret, begitu juga pengajian sudah kami minta dihentikan dulu," katanya.

Baca juga: Posko dan dapur umum COVID-19 dibuat di Balai Kota Surabaya
Baca juga: Posko Tanggap Virus Corona COVID-19 sudah dihubungi 3.892 orang
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020