Bappeda Provinsi Gorontalo terapkan rapat di luar ruangan

Bappeda Provinsi Gorontalo terapkan rapat di luar ruangan

Para pegawai Bappeda Provinsi Gorontalo bekerja di luar ruangan selama dua jam, Jumat (20/3/2020). ANTARA/HO-Bappeda Provinsi Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menerapkan kerja dan rapat di luar ruangan dengan menjaga jarak sekitar dua meter untuk setiap peserta rapat, Jumat.

Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Budi Sidiki di Gorontalo, Jumat, mengatakan pihaknya belum bisa menerapkan bekerja dari rumah sebagai langkan mencegah penularan virus corona jenis baru (COVID-19) karena beberapa kendala.

"Kami belum bisa untuk tidak masuk kerja karena beberapa anggaran mendesak harus digeser dan disiapkan untuk kegiatan penanganan COVID-19," ujarnya.

Rapat di luar ruangan digelar selama dua jam, sekaligus dimanfaatkan sebagai cara untuk berjemur.

Selain bekerja di luar ruangan, sejumlah perkantoran di Gorontalo saat ini telah menyediakan fasilitas untuk setiap orang mencuci tangan, seperti air mengalir dan sabun.

Baca juga: Gubernur canangkan "Gorontalo Bergerak Cegah Corona"

Sejumlah kantor dan fasilitas publik yang sudah menerapkan hal itu, antara lain rumah dinas gubernur, bandara, mal, kantor gubernur, kantor Bappeda Gorontalo, dan Kantor LKBN ANTARA Biro Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama seluruh pimpinan dinas, badan, dan lembaga di lingkungan Pemprov Gorontalo mencanangkan aksi "Gorontalo Bergerak Cegah Corona".

Gerakan itu ditandai dengan aksi bersih-bersih rumah, tempat ibadah dan lingkungan sekitar, serta penyemprotan disinfektan.

"Gerakan ini untuk mengantisipasi dan melawan corona. Kita bikin aksi ini serentak di Provinsi Gorontalo, yang harus diikuti para bupati/wali kota, camat, dan dusun serta partisipasi masyarakat," katanya.

Baca juga: Cegah COVID-19, santri Ponpes Al Islam Gorontalo ikuti edukasi PHBS
Baca juga: Dinkes Gorontalo kirim spesimen seorang pasien ke Litbangkes
Pewarta : Debby H. Mano
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020