Pasien Corona di Batam meninggal

Pasien Corona di Batam meninggal

Plt Gubernur Kepri Isdianto (dua dari kiri) menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Wali Kota Batam Muhammad Rudi (3 dari kiri), untuk digunakan dalam penanganan COVID-19 di daerah setempat, Rabu (25/3/2020). ANTARA/Dok Pemprov Kepri/pri.

Batam (ANTARA) - Pasien terpapar virus corona atau COVID-19 ketiga di Kota Batam, Kepulauan Riau meninggal dunia Senin dini hari, sekitar pukul 1.45 WIB.

"Ya, jam 1.45 WIB," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam, Senin pagi.

Rencananya, pemakamannya dilangsungkan pada Senin pagi ini, sesuai dengan protokol kesehatan.

Meninggalnya pasien ketiga di Batam menambah deret korban fatal, menjadi 2 orang meninggal dunia, dan 3 pasien yang dinyatakan negatif.

Mengenai kondisi pasien kedua yang masih dirawat di RS BP Batam, menurut Didi kondisinya relatif baik.

Sebelumnya, pasien pertama meninggal dalam perawatan RSUD Embung Fatimah Batam, Minggu (22/3).

Sementara itu, pasien yang meninggal Senin (30/3) adalah lelaki berusia 47 tahun yang dirawat di RSUD Embung Fatimah.

Dalam keterangan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Batam Amsakar Achmas, pasien ini baru melakukan perjalanan ke Jakarta, awal Maret 2019.

Amsakar bercerita, pasien itu berangkat ke Jakarta, Senin (9/3) menggunakan pesawat udara untuk keperluan pekerjaannya.

Pada Selasa (10/3), pasien itu menghadiri acara di Tanjungpriuk yang dihadiri banyak orang, kemudian ke tempat pembuatan kapal, dan dilanjutkan ke kantornya untuk menghadiri rapat tertutup di Menara Bidakara.

Pasien itu terus melakukan kunjungan ke beberapa tempat di Jakarta dan kembali ke Batam pada Kamis (12/3) menggunakan pesawat terbang.

Keesokan harinya, pasien mengeluhkan tenggorokan gatal dan disertai badan tidak fit. Pada Sabtu (14/3), pasien mengalami demam dan mengonsumsi obat penurun panas. Kondisinya membaik hingga Minggu (15/3) dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Namun, pada Senin (16/3), pasien kembali merasa demam dan sempat diisolasi di rumah sakit. Dan keesokannya dilakukan pemeriksaan ronsen dan laboratorium, dan diizinkan pulang ke rumah.

Baru pada Rabu (18/3), pasien kembali ke rumah sakit untuk pengambilan sampel swab, karena gejala yang timbul mengarah pada pnemonia.

"Pada Senin (23/3), diterima hasil swab dari BTKL kesimpulan, terkonfirmasi positif," kata dia.
Baca juga: Gugus Tugas COVID-19 Batam layani warga melalui 112
Baca juga: Pasien COVID-19 di Batam meninggal
Baca juga: Dinkes Batam pastikan WNA meninggal bukan karena COVID-19
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020