Rutan Kupang bebaskan 21 narapidana cegah COVID-19

Rutan Kupang bebaskan 21 narapidana cegah COVID-19

Sebanyak 21 narapidana di Rutan Kelas II B Kupang berpose bersama menjelang dibebaskan pada Kamis (2/4) sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona atau COVID-19 (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kupang (ANTARA) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kupang membebaskan sebanyak 21 narapidana dalam rangka mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19 di lingkungan rutan yang berada di Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis.

“Hari ini ada 21 narapidana di Rutan Kelas II B Kupang dibebaskan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran COVID-19,” kata Kepala Rutan Kelas II B Kupang Johanis Varianto kepada wartawan di Kupang, Kamis.

Baca juga: Cegah COVID-19, Menkumham teken Kepmen Pembebasan Narapidana

Menurut dia, pembebasan para narapidana ini berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) RI Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 Tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Intergrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19.

"Selain itu juga surat edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor PAS-497.PK.01.04.04 Tahun 2020," kata Johanis.

Ia mengatakan, para narapidana yang dibebaskan tersebut umumnya terjerat kasus pidana umum seperti penganiayaan, asusila, pencurian, dan pemerasan.

Baca juga: Menkumham ingatkan tak boleh ada pungli pembebasan narapidana

Johanis menjelaskan, mereka telah diberikan pengarahan agar ketika pulang ke rumah masing-masing langsung melakukan isolasi mandiri dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19.

“Para narapidana ini bebas sebelum waktunya dan pulang ke rumah masing-masing untuk asimilasi dan akan melakukan isolasi mandiri sampai tanggal bebas,” katanya.

Baca juga: Ditjen PAS: 13.430 narapidana dan anak di seluruh Indonesia dibebaskan

Mantan Kepala Seksi Pembinaan Napi dan Anak Didik di Lapas Nusakambangan Jawa Tengah itu mengatakan, untuk pelaksanaan pengawasan di rumah akan dilakukan pihak Balai Pemasyarakatan.

Johanis menambahkan, rencananya selama tujuh hari ke depan jumlah narapidana yang dibebaskan sebanyak 60 orang.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020