213.574 pelanggan listrik di NTT bakal nikmati bebas tagihan 3 bulan

213.574 pelanggan listrik di NTT bakal nikmati bebas tagihan 3 bulan

Ilustrasi: Salah satu rumah tangga di Pulau Ternate, Kabupaten Alor yang mendapat bantuan listrik gratis dari Program OMOH (One Man One Hope) yang dihadirkan PT PLN (Persero) (Foto/Dok. PLN UIW NTT)

Kupang (ANTARA) - Sebanyak 213.574 pelanggan listrik di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibebaskan dari tagihan listrik selama tiga bulan berdasarkan kebijakan pemerintah terkait pembebasan biaya tarif listrik sebagai dampak dari serangan Virus Corona baru (COVID-19).

"Para pelanggan ini merupakan konsumen rumah tangga dengan daya listrik 450 Volt Ampere (VA) yang dibebaskan dari tagihan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni," kata General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko, dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Jumat.

Selain itu, lanjut dia, jumlah konsumen 900 VA di NTT yang akan mendapatkan potongan harga tarif listrik sebesar 50 persen selama tiga bulan sekitar 119.185 pelanggan.

Baca juga: Kemarin, tarif listrik gratis hingga Presiden keluarkan Perppu

Untuk pelanggan rumah tangga 450 VA pascabayar akan langsung dibebaskan tagihannya selama tiga bulan tersebut. Sementara untuk pelanggan prabayar dapat memperolehnya dengan mengirimkan nomor ID pelanggan melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor 08122-123-123 atau melalui website www.pln.co.id.

"Dengan ID tersebut pelanggan akan mendapatkan token senilai pemakaian tertinggi dalam tiga bulan terakhir," katanya.

Sedangkan potongan tarif untuk pelanggan subsidi 900 VA bagi pelanggan pascabayar akan dikurangi sebesar 50 persen dari rekening tagihan yang harus dibayarkan setiap bulan.

Sementara bagi pelanggan prabayar, token listrik gratis sebesar 50 persen akan diberikan kepada pelanggan, dihitung dari pemakaian bulanan tertinggi dalam 3 bulan terakhir.

Baca juga: Siap-siap, PLN juga akan berikan token gratis untuk pelanggan prabayar

Lebih lanjut ia menjelaskan secara nasional ada sekitar 24 juta data pelanggan rumah tangga 450 VA, ditambah 7 juta pelanggan rumah tangga 900 VA bersubsidi yang harus dimasukkan ke dalam sistem.

Proses ini, kata dia, akan tuntas dalam sepekan ke depan sehingga seluruh pelanggan yang digratiskan dan mendapatkan diskon sudah dapat terlayani seluruhnya.

"Proses pembagian token bebas tagihan dan diskon tarif listrik ini memang bertahap, yang sudah dimulai pada 1 April, paling lambat tanggal 11 April seluruh pelanggan yang berhak sudah bisa menikmati program tersebut," katanya.

Baca juga: Presiden Jokowi: Rasio elektrifikasi di Indonesia capai 99,48 persen

 
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020