Dirjenbud tegaskan pentingnya peran sektor seni saat wabah COVID-19

Dirjenbud tegaskan pentingnya peran sektor seni saat wabah COVID-19

Tari Baris Jangkang Nusa Penida yang ditetapkan sebagai "Warisan Budaya Takbenda Indonesia" pada Pekan Kebudayaan Nasional di Jakarta, 8 November 2019. (ANTARA)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud) Hilmar Farid mengatakan peran sektor seni sangat terasa pentingnya di saat wabah COVID-19 memaksa orang untuk berdiam di rumah dalam waktu yang lama.

"Kita lihat betul dalam situasi krisis ini peran seni sangat sentral, tidak ada yang membayangkan tinggal di rumah selama tiga pekan tanpa sesuatu yang terkait desain, olah suara, visual dan seterusnya," tegas Hilmar dalam diskusi daring yang diselenggarakan Koalisi Seni di Jakarta pada Senin.

Karena itu, pemerintah mengembangkan skema perlindungan terhadap yang pertama pekerja sektor seni yang mengalami dampak ekonomi akibat wabah COVID-19, terutama di level akar rumput yang menjadikan seni sebagai satu-satunya mata pencaharian.

Berkoordinasi dengan kementerian lain dan pemerintah daerah, dirancang skema membantu pekerja seni dan budaya yang terdampak dengan Program Keluarga Harapan.

Selain itu, mendata orang-orang yang terdampak dan saat ini masih dikumpulkan sudah ada 37.307 orang yang menjadi responden survei yang dilakukan Ditjenbud.

Baca juga: Kemendikbud tegaskan komitmen memajukan musik Indonesia

Tidak hanya itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memastikan tetap ada karya selama masa krisis. Beberapa pertunjukan seni diadakan secara daring untuk memastikan seniman dan teknis pendukung tetap bisa bekerja.

Selain itu, menurut dia pemerintah juga tetap menjalankan program-program yang sudah disusun sebelum imbauan kerja dari rumah berlangsung. Program yang direncanakan dalam beberapa bulan ke depan itu masih dijalankan persiapannya, tegas Hilmar.

Program seperti Indonesia dan Pekan Kebudayaan Nasional masih dilangsungkan persiapannya.

"Untuk produksinya sebagian besar masih berjalan. Walaupun, sekarang kita optimis mudah-mudahan Agustus mulai mereda. Masuk Oktober kita bisa mulai berkegiatan lagi," kata Hilmar.

Baca juga: Kemendikbud tawarkan layanan museum digital

 
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020