Riza jadi Wagub, PKS tetap dukung Anies namun lebih kritis

Riza jadi Wagub, PKS tetap dukung Anies namun lebih kritis

Cawagub DKI Jakarta Nurmansjah Lubis (kiri) dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin (kanan) memberikan pernyataan pada awak media usai paripurna pemilihan dan penetapan Wagub DKI Jakarta yang dimenangkan oleh Ahmad Riza Patria (Gerindra) di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (6/4/2020). (Antara/Ricky Prayoga)

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DKI Jakarta mengaku akan tetap mendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, namun juga akan bersikap lebih kritis, menyusul ditetapkannya Ahmad Riza Patria sebagai wakil gubernur DKI Jakarta terpilih dalam sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Senin ini.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohammad Arifin menjelaskan dukungan itu akan mereka terus lakukan mengingat mereka merupakan salah satu partai pengusung (bersama Gerindra) Anies Baswedan ketika maju dengan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta.

"Sampai sekarang pun kami partai pengusung ya. Tentunya secara politis PKS harus mengamankan segala kebijakan gubernur, namun tetap kami akan bersikap kritis, apalagi wagubnya sekarang (Ahmad Riza Patria) bukan kader PKS," kata Arifin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin.

Kursi wagub DKI Jakarta sendiri sebelumnya disepakati kedua partai pengusung untuk diberikan pada PKS, namun dua nama sebelumnya dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto mandeg dalam prosesnya. Sehingga diajukan lagi dua nama namun dengan komposisi PKS-Gerindra yang masing-masing mengajukan calon Nurmansjah Lubis dan Ahmad Riza Patria.

Baca juga: Wagub Riza Patria segera temui Anies untuk samakan pandangan

Dengan terpilihnya Riza Patria sebagai wagub DKI Jakarta menggantikan Sandiaga Uno, PKS mengaku menerimanya dan menganggapnya sebagai jalan yang harus dilalui oleh jagoannya, Nurmansjah Lubis, tidak menjadi wakil Anies hingga 2022 usai kalah suara dalam mekanisme voting tertutup di DPRD DKI Jakarta.

"Selamat kepada bang Riza Patria dan itulah takdir, kami sudah berupaya. Pertemanan sudah dijalani sedemikian rupa, bahkan dukungan publik juga luar biasa, tapi Allah juga yang menentukan Nurmansjah belum waktunya jadi Wagub di DKI. Tapi itulah hasil proses demokratis di DPRD, antara logika perpolitikan di DPRD dan publik tentunya berbeda," ucap Arifin.

Lebih lanjut, Arifin mengharapkan Riza Patria bisa membantu gubernur dengan baik untuk mengatasi masalah Jakarta, termasuk pandemi COVID-19 yang saat ini mewabah di Ibu Kota.

Baca juga: Sang DKI2 itu politisi tanpa ambisi

Hal senada diungkapkan oleh Nurmansjah yang juga mengaku legowo dengan hasil ini dan mengharapkan Riza Patria bisa mendukung penuh Gubernur Anies Baswedan menjalankan roda pemerintahan Jakarta beserta masalah yang sangat kompleks di ibu kota ini.

"Seperti yang disampaikan ketua fraksi, virus corona ini menjadi persoalan yang sangat serius sehingga yang disampaikan oleh presiden tentang bujet anggaran ini penting sekarang. Bagaimana menyediakan anggaran Corona dari efisiensi pos lain, pemenuhan biaya kesehatan, kebutuhan petugas medis dan jaminan sosial pekerja harian yang penghasilannya bisa dibilang memprihatinkan," ucap Nurmansjah menambahkan.

Ahmad Riza Patria menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih berdasarkan suara yang dihitung dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI oleh DPRD DKI Jakarta dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Senin.

Baca juga: Anies tunggu pelantikan Wagub DKI Jakarta terpilih

"Nomor urut satu Ir Ahmad Riza Patria dengan nomor urut satu, dengan jumlah 81 suara," kata Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) wakil gubernur DKI Farazandi Fidinansyah dalam rapat yang disiarkan langsung melalui siaran langsung laman YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Dalam penghitungan hasil suara, Riza Patria mendapatkan 81 suara dari 100 suara yang hadir. Sedangkan Nurmansjah Lubis hanya mendapatkan 17 suara serta dua surat suara dinyatakan tidak sah setelah proses penghitungan berakhir.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020