Pemkab Bantaeng beri sumbangan APD pada JPK Sulsel

Pemkab Bantaeng beri sumbangan APD pada JPK Sulsel

Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin (kiri) menyerahkan bantuan sumbangan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kepada Koordinator Jurnalis Peduli Kemanusiaan (JPK) Sulsel, Darwin Fatir (dua kanan) di Posko Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19, di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Tim JPK Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantaeng memberikan sumbangan Alat Pelindung Diri (APD) pada Jaringan Peduli Kemanusiaan Sulawesi Selatan (JPK Sulsel) untuk disalurkan ke tenaga medis di puskesmas.

"Alhamdulillah, Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin telah memberikan 30 lembar baju APD beserta masker kepada kami untuk disalurkan bagi tenaga medis di puskesmas Kota Makassar," ujar Koodinator JPK Sulsel, M Darwin Fatir di Makassar, Sabtu.

Menurut dia, penyerahan bantuan APD tersebut akan menambah jumlah sebaran APD ke Puskesmas dari total keseluruhan di Makassar sebanyak 46 puskesmas.

Rencananya, bantuan APD dan masker dari Pemkab Bantaeng akan disalurkan bersamaan dengan APD dari donasi yang terkumpul sebanyak 100 lembar, sehingga kini sudah terkumpul 130 lembar APD.

Baca juga: Tambahan 11 positif COVID-19, Gubernur Sulsel bersiap intervensi
Baca juga: Satgas Covid-19 Unhas bagikan ribuan masker untuk warga


Penyaluran ini merupakan tahap dua, selanjutnya didistribusikan ke 35 puskesmas pada Senin (13/4). Sebelumnya JPK Sulsel sudah menyalurkan APD di 11 puskesmas di Kota Makassar.

Sementara itu, Ilham pada keterangan terpisah mengatakan, bantuan APD ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap tenaga medis yang masih kekurangan APD, tanpa melihat batas wilayah.

"Kami tidak melihat sekat apalagi wilayah, kelompok maupun golongan. Pihaknya berharap ada kebersamaan berbagi, apa yang dimiliki bisa dimanfaatkan buat penanganan COVID-19 di Sulsel," katanya.

Pada kesempatan itu pula, dia memberikan apresiasi pada jurnalis yang peduli terhadap tenaga kesehatan disela menjalankan tugasnya meliput di lapangan.

"Gerakan teman-teman jurnalis ini saya pikir adalah bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh elemen masyarakat Sulsel, dalam penanganan dan pencegahan COVID-19," ujarnya.

Apalagi jurnalis yang menjalankan tugas sehari-harinya, lanjut dia, mengetahui kondisi di lapangan, sehingga diyakini penyaluran bantuan APD akan tepat sasaran.

Baca juga: ACT Sulsel siapkan kupon warung gratis untuk pejuang nafkah harian
Baca juga: Jubir: 28 peserta ijtima Gowa asal Gorontalo Utara negatif COVID-19


Mengenai produksi APD di Bantaeng, Ilham mengatakan, dijalankan masyarakat binaan baik lulusan dari Balai Latihan Kerja (BLK) dan Deskranasda Bantaeng yang telah dididik.

Melalui pemberdayaan masyarakat tersebut, diharapkan dapat menjadi salah satu pemecah persoalan ekonomi di kalangan masyarakat prasejahtera dan mengangkat UMKM setempat.

"Teman-teman kepala desa di Bantaeng juga telah memanfaatkan dana desa untuk memproduksi APD dan masker yang orientasinya adalah pemberdayaan UMKM dan ekonomi kerakyatan. selanjutnya kami beli, lalu dibagikan secara gratis bagi yang memerlukan," jelasnya.

Baca juga: Gubernur: Sebanyak 1.500 APD dan 200 ribu masker segera tiba di Sulsel
Baca juga: Gubernur Sulsel fokuskan pada jaring pengaman sosial COVID-19


 
Bupati Bantaeng Ilham Syah Azikin (kanan) saat memantau pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker di Posko Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19, di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Foto/tim JPK Sulsel.Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Tim JPK Sulsel
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020