Satgas Pangan sebut 52.000 ton bawang putih impor masuk Indonesia

Satgas Pangan sebut 52.000 ton bawang putih impor masuk Indonesia

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, saat memantau kedatangan bawang putih impor di Balai Karantina Tanjung Perak, Surabaya. ANTARA/HO-Kementan/am.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan hingga saat ini sebanyak 52.000 ton bawang putih impor dari China sudah masuk ke Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pasokan impor tersebut masuk ke Tanah Air dalam beberapa tahap.

"Sampai dengan sekarang, yang sudah masuk 52.000 ton bawang putih dari China," kata Brigjen Daniel saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Harga bawang putih impor di Indramayu mulai turun

Selanjutnya, ribuan ton bawang putih itu didistribusikan ke pasar-pasar di seluruh Indonesia. "Untuk semua masyarakat, termasuk pedagang kecil seperti tukang nasi goreng," ujarnya pula.

Tambahan stok bawang putih impor tersebut diharapkan bisa menurunkan harga bawang putih di pasaran yang kini berkisar Rp50 ribu per kilogram.

Satgas Pangan Polri pun terus memantau dan mengawal distribusi bahan pokok hingga ke pasar dan ke konsumen untuk menjamin ketersediaan pangan dan memastikan tidak ada kekurangan pasokan.

Daniel memastikan stok bawang putih di pasaran terjamin hingga bulan Ramadhan dan Lebaran mendatang. Dengan demikian masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadinya kelangkaan bawang putih. "Pemerintah menjamin," katanya pula.

Kapolri Jenderal Idham Azis pun telah menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1148/IV/OPS.2./2020 tertanggal 9 April 2020 tentang instruksi kepada jajarannya agar menjamin distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya.
Baca juga: Izin impor tak ada, Bulog gagal ikut stabilkan harga bawang putih

Dalam surat tersebut, Kapolri meminta jajaran Lalu Lintas dan Sabhara mengawal jalur distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat secara umum. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok hingga ke tangan konsumen.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020