Pemerintah bantu UMKM terdampak COVID-19 alih usaha produksi masker

Pemerintah bantu UMKM terdampak COVID-19 alih usaha produksi masker

Seorang perajin menyelesaikan pembuatan masker yang dipesan oleh PT Timah Tbk sebanyak 10.000 buah kepada sejumlah UMKM di Bangka Belitung (8/4/2020). ANTARA/Aprionis/aa.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan siap membantu Koperasi dan UMKM (KUMKM) yang ingin beralih usaha untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD), masker dan hand sanitizer dalam memenuhi kebutuhan produk tersebut di dalam negeri.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria br Simanungkalit dalam jumpa pers secara daring di Jakarta, Kamis, mengatakan pihaknya berkomitmen akan memastikan ketersediaan bahan baku, standarisasi produk, dan akses pemasaran produk KUMKM dimaksud.

"Memang ada UKM yang bangkrut, nanti kita topang dengan bantuan-bantuan langsung, tetapi ada UKM yang bertahan dan ada juga yang beralih bisnis. Untuk kelompok ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM tetap mendorong dengan kebutuhan yang mereka butuhkan," katanya.

Kemenkop UKM telah mendata jumlah KUMKM terdampak melalui pembukaan hotline atau call center. Dari data yang terhimpun sebanyak 330 UKM yang berasal dari 16 provinsi siap memproduksi kebutuhan APD bagi para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan pasien COVID-19, serta masker dan hand sanitizer bagi masyarakat umum.

"Kami berharap mereka menjadi pemasok APD yang kita akan kurasi dan kerja sama dengan Karya Nusantara yang diinisiasi PT Daruma Adira Pratama. Sekarang ada 80 UKM yang sudah terkurasi statusnya kemarin, hari ini saya yakin sudah bertambah karena Daruma akan terus melakukan kurasi," ujar Victoria.
Baca juga: Kemenkop dan UKM: Stimulus dampak COVID-19 fokus ke usaha mikro

Memang tidak sembarang UKM yang bisa memproduksi APD karena harus terlebih dahulu melewati tahapan kurasi Kemenkop UKM bekerja sama dengan PT Daruma Adira Pratama terkait quality control dan akses pemasaran produk APD yang diproduksi oleh KUMKM melalui program Karya Nusantara. Saat ini Program Karya Nusantara telah mendapatkan order sebanyak 15 ribu masker nonmedis yang diproduksi oleh KUMKM terkurasi.

"Kami bekerja sama dengan PT Daruma dengan program Karya Nusantaranya. Artinya UKM Indonesia ini kita konsolidasi, kalau sendiri-sendiri pasti tidak dimungkinkan karena kapasitas produksinya terbatas, standarnya sangat bervariatif untuk koperasi apalagi untuk UKM yang berlatih bisnis, tentu mereka semakin tidak terstandar," katanya.

Kemenkop UKM juga mendorong pelaku UKM untuk memproduksi masker nonmedis guna memenuhi permintaan 1 juta masker dari PT Kimia Farma. Kemenkop UKM telah menyampaikan permohonan ke Kementerian Kesehatan untuk mempermudah prosedur pengurusan izin edar produk masker nonmedis.

"Untuk itu, kami akan terus mendukung UKM dengan mendorong sertifikasinya. Kami sudah rapat dengan Kementerian Kesehatan dan mereka bersedia membantu agar izin yang diperlukan UKM akan dibantu prosesnya agar bisa memenuhi permintaan pasar," papar dia.
Baca juga: Kemenkop terapkan program lanjutan mitigasi dampak COVID-19 bagi UMKM

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, mengatakan tingginya permintaan akan kebutuhan masker ini mestinya bisa dijawab oleh pelaku UKM yang terdampak krisis COVID-19.

"Kami ingin dorong masker bisa menyelamatkan masyarakat banyak, diproduksi oleh pelaku UMKM yang secara ekonomi yang paling terdampak sehingga hadir untuk memberikan solusi kesehatan, dan ekonomi dalam waktu yang bersamaan. Ini masih relevan dengan spirit kita ingin mendorong UMKM naik kelas," ucap Fiki dalam kesempatan yang sama.

Kemenkop UKM juga membuka donasi bagi masyarakat umum yang ingin membantu penanganan penyebaran COVID-19 melalui produksi APD dan masker. Donasi tersebut akan disalurkan kepada pelaku UKM. Dengan bantuan tersebut pihaknya ingin menjaga stok masker medis yang dikhususnya untuk tenaga kesehatan.

"Namun dalam prosesnya pelaku UMKM juga dituntut untuk menstandarkan produknya. Ini menjadi model program yang akan dikembangkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Kegiatan ini juga kita menggerakkan masyarakat menggunakan masker kain untuk semua," tambahnya.
Baca juga: Kemenkop rilis E-Form untuk pendataan KUMKM terdampak COVID-19

Ketua Tim Karya Nusantara, Deasy Nurmalasari, menjelaskan dalam melakukan kurasi UKM yang akan memproduksi APD dan masker pihaknya mengecek secara detail baik itu mengenai kapasitas produksi, hingga sampel produk. Dengan melakukan kurasi, ia menjamin APD dan masker yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang baik.

"Kami sangat didukung, kami berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM, sehingga kami memperoleh database produk atau UKM-UKM unggulan. Kami mendapatkan data tersebut lalu kami kurasi, kami cek UKM tersebut, cek kapasitas produksinya, lalu cek misalnya sudah buat sampel, sampelnya seperti apa. Kami kasih masukan juga baiknya seperti apa," kamu Deasy.

"Jadi standarisasi itu kami lakukan pada awal kami inisiasi gerakan ini, sudah tiga minggu lalu. Harapan kami setelah nanti uji laboratorium kami juga meminta bantuan Kementerian Koperasi dan UKM untuk membantu agar Karya Nusantara ini menjadi payung dari UKM yang sudah tergabung," ucapnya.

Baca juga: Kemenkop tekankan pentingnya media massa perbaiki citra koperasi
Pewarta : Hanni Sofia
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2020