Pasar Grosir Surabaya buka kembali besok, setelah 14 hari tutup

Pasar Grosir Surabaya buka kembali besok, setelah 14 hari tutup

Aktivitas pasar grosir baju di Jalan Kapasan, Kota Surabaya. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya (ANTARA) - Pusat Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Kapasan, Kota Surabaya, Jawa Timur, akan dibuka kembali pada Sabtu (18/4) besok setelah 14 hari ditutup karena ada pedagang dan pengurus pasar yang terkonfirmasi positif Virus Corona baru atau COVID-19.

"Jadi, hari ini sampai malam nanti akan dilakukan penyemprotan untuk seluruh ruangan di dalam dan area luar sekitar pasar," kata Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro di Balai Kota Surabaya, Jumat.

Setelah pasar dibuka, lanjut dia, akan diberlakukan pembatasan akses masuk dan keluar pasar untuk pengunjung maupun pedagang. Jika sebelumnya di Pasar Kapasan terdapat belasan pintu masuk, kini Agus Hebi memastikan akan diperkecil lagi menjadi enam pintu masuk dan keluar.

Baca juga: Ada yang kena Corona, pasar grosir pakaian di Surabaya ditutup 14 hari

Keenam pintu tersebut masing-masing diberikan fasilitas bilik sterilisasi dan alat pengukur suhu tubuh. "Jadi sebelum masuk pasar harus melewati bilik sterilisasi, baik pedagang maupun pembeli. Nanti ada petugas untuk mengukur suhu tubuh juga," kata dia.

Selain itu ia memastikan bahwa Pemkot Surabaya akan membagi-bagikan masker dan cairan pembersih tangan kepada para pedagang dan pembeli, terutama untuk pedagang atau penjaga toko, kuli panggul, dan yang beraktifitas di dalam pasar tersebut.

"Mereka masing-masing akan menerima dua masker dan satu botol cairan pembersih tangan," ujarnya.

Melihat antusias para pedagang yang segera ingin berjualan lantaran jelang Ramadhan, Hebi menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) terkait keamanan pasar dan memastikan protokol kesehatan untuk COVID-19 sudah dilakukan untuk warga di area pasar.

"Jika terdapat pedagang atau pembeli yang tidak menggunakan masker, maka dilarang untuk masuk kawasan pasar. Jadi masker harus dipakai kalau tidak memakai jangan berdagang. Begitu juga pembeli, kita juga cek temperatur yang masuk. Jika temperatur tubuhnya 38 derajat, nanti tidak diperbolehkan masuk ke dalam pasar," katanya.

Baca juga: Dampak COVID-19, Legislator sesalkan tutupnya Pasar Kapasan Surabaya

 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020