Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya

Kelompok bersenjata culik petugas medis di Libya

Kelompok bersenjata, yang berlomba menguasai Tripoli, ibu kota Libya, sepakat melakukan gencatan senjata. (AFP) (AFP/)

Tripoli (ANTARA) - Dua dokter, satu perawat dan satu pembantu administrasi rumah sakit di Kota Sirte, Libya, diculik oleh kelompok bersenjata, demikian Kementerian Kesehatan pemerintah yang didukung oleh PBB, Rabu.

Melalui pernyataan kementerian menyebutkan pihaknya "mengecam keras serangan dan penculikan dokter beserta pembantu medis di Rumah Sakit Ibn Sina di Sirte," sekitar 450 km bagian timur Ibu Kota Tripoli.

"Kementerian menganggap pelanggaran yang dilakukan oleh kelompok-kelompok penjahat di kota tersebut, seperti penculikan, penghilangan paksa, dan penyerangan terhadap orang-orang tak bersalah dan personel medis, menghambat pekerjaan rumah sakit dan sektor kesehatan, yang menyediakan layanan medis kemanusiaan bagi warga," bunyi pernyataan tersebut.

Kementerian meminta para tetua dan kepala suku Sirte segera melakukan upaya pembebasan terhadap pekerja medis yang diculik.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas penculikan tersebut.

Sejak awal Januari, Sirte telah dikuasai oleh militer yang bermarkas di timur, yang memimpin aksi militer terhadap pemerintah dukungan PBB di Tripoli dan sekitarnya.

Sumber: Xinhua
Baca juga: Faksi-faksi militer Libya mulai berunding di Jenewa
Baca juga: Utusan Liga Arab: Negara asing kobarkan konflik Libya
Baca juga: Menlu Turki tekankan dialog untuk selesaikan konflik Libya
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020