Kurangi dampak COVID-19, ACT Malang buka layanan warung makan gratis

Kurangi dampak COVID-19, ACT Malang buka layanan warung makan gratis

Salah seorang pengemudi ojek online membawa satu kotak makanan yang dibagikan gratis oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aksi Cepat Tanggap) wilayah Malang, Kamis (23/4/2020). (ANTARA/HO-Humas ACT Malang/VFT.)

Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan Aksi Cepat Tanggap (ACT) wilayah Malang, Jawa Timur membuka layanan Operasi Warung Makan Gratis, yang diperuntukkan bagi warga terdampak penyebaran virus corona jenis baru penyebab OVID-19 di wilayah Malang Raya.

Branch Manager ACT Malang Diki Taufik Sidik di Malang, Kamis mengatakan bahwa dampak yang timbul dari pandemi COVID-19 mengakibatkan berkurangnya pendapatan masyarakat, khususnya pada sektor informal dan berpenghasilan rendah.

"Operasi ini merupakan layanan makan gratis yang diberikan kepada masyarakat, yang masih berjuang dan bekerja di luar rumah karena kondisi ekonomi yang sangat terbatas," katanya.

Ia menjelaskan layanan makan gratis tersebut dibuka pada lima titik yang ada di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Per harinya, kurang lebih sebanyak 100 paket makanan akan dibagikan kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Pengambilan paket makanan pada Operasi Warung Gratis ini,kata dia,  menggunakan kupon yang dibagikan oleh sukarelawan Tim Satgas Covid-19 ACT Malang. Kupon akan dibagikan secara berkala per hari untuk menghindari kerumunan orang.

"Ada 100 porsi makanan yang akan dibagikan per harinya kepada masyarakat penerima manfaat, yang kebanyakan merupakan pekerja harian," kata Diki.

Warga penerima manfaat itu antara lain adalah tukang ojek, pemulung, pedagang keliling, dan pekerja sektor informal lainnya. Layanan makan gratis tersebut dimulai pada 22-27 April 2020.

Beberapa warung makan yang digandeng ACT Malang untuk program tersebut, kata  Diki Taufik Sidik, antara lain adalah Warung Rindu Pecel Pincuk Kota Malang, Warung Hidayah Kota Batu, dan Warung Ampera Baru Kabupaten Malang.

Sementara itu, berdasarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim secara keseluruhan di wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, terdapat sebanyak 30 kasus positif COVID-19. Dari total jumlah kasus tersebut, sebanyak 14 orang telah dinyatakan sembuh.

Di Kota Malang, tercatat ada sembilan orang yang dinyatakan positif COVID-19, dan tujuh diantaranya telah sembuh. Sementara di Kota Batu, terdapat dua kasus positif, dan satu orang telah dinyatakan sembuh.

Di Kabupaten Malang, secara keseluruhan ada 19 kasus positif COVID-19, di mana enam di antaranya telah dinyatakan sembuh, dan sisanya masih menjalani perawatan.

Baca juga: ACT salurkan bantuan ratusan APD di Malang Raya

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di Kota Malang bertambah satu orang

Baca juga: Dampak COVID-19, ribuan pekerja di Kabupaten Malang dirumahkan

Baca juga: Kabupaten Malang tunggu instruksi Gubernur terkait penerapan PSBB

Pewarta : Vicki Febrianto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020