Batal tur, Rolling Stones rilis "Living In A Ghost Town"

Batal tur, Rolling Stones rilis

Cuplikan video musik The Rolling Stones - "Living in a Ghost Town". (Tangkapan layar Youtube)

Jakarta (ANTARA) - Kelompok musik The Rolling Stones merilis lagu dan video musik terbarunya bertajuk "Living In A Ghost Town" sebagai pengganti rindu penggemar yang telah menantikan tur mereka, yang harus dibatalkan karena pandemi COVID-19.

Dilansir Deadline, Jumat, sang vokalis Mick Jagger mengatakan lagu ini "akan beresonansi melalui masa-masa kita kali ini".

Video musiknya yang ditayangkan perdana di YouTube, menunjukkan kilasan band yang tengah merekam lagu, fast motion, rekaman jalanan kosong di kota-kota --yang menurut band merupakan pemandangan yang sudah familier bagi banyak orang pada masa ini.

Baca juga: The Rolling Stones tunda rangkaian tur Amerika karena corona

Ditulis oleh Jagger dan gitaris Keith Richards, lagu itu sebenarnya direkam lebih dari setahun yang lalu di Los Angeles, dan London, meskipun banyak lirik yang mengacu dengan kata-kata lockdown, seperti lirik yang berbunyi, "Life was so beautiful/then we all got locked down".

"Stones berada di studio merekam beberapa materi baru sebelum lockdown, dan ada satu lagu yang kami pikir akan beresonansi melalui masa-masa dimana kita hidup sekarang," kata Jagger.

Sementara, drummer Charlie Watts mengungkapkan, ia senang bekerja dalam lagu itu, karena dapat menangkap suasana hati para pendengarnya.

The Rolling Stones, terdiri atas Mick Jagger, Keith Richards, Ronnie Wood, dan Charlie Watts, baru-baru ini juga tampil secara virtual untuk pertama kalinya setelah eksis selama 58 tahun di dunia musik dunia, melalui konser amal Global Citizen bertajuk "Together at Home" yang disiarkan Sabtu (18/4).

Dalam konser itu, mereka membawakan tembang klasik mereka, “You Can't Always Get What You Want” yang dirilis pada 1969.

Baca juga: Rolling Stones tampil virtual untuk pertama kali di "Together at Home"
Baca juga: Rolling Stones jadi nama batu luar angkasa di Mars

Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2020