Berhasil eliminasi malaria, Nunukan-Kaltara raih penghargaan Kemenkes

Berhasil eliminasi malaria, Nunukan-Kaltara raih penghargaan Kemenkes

Bupati Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Hj Asmin Laura Hafid. (FOTO ANTARA)

Nunukan (ANTARA) - Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan atas keberhasilan mengeliminasi perjangkitan (outbreak) penyakit malaria menjadi nol persen pada 2019.

"Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi seluruh komponen di jajaran Pemkab Nunukan dan peran serta instansi lainnya dalam memerangi penyebab penyakit malaria ini," kata Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid di Nunukan, Jumat, melalui konferensi pers secara virtual yang dipimpin Menteri Kesehatan.

Ia mengatakan penghargaan nasional ini merupakan ke-35 kalinya yang diterima selama periode pertama masa pemerintahannya sehingga sangat patut dijaga atas kesuksesan ini.

Sebab, kata dia, penghargaan ini menjadi cambuk bagi seluruh jajarannya dalam memerangi penyakit malaria yang disebabkan oleh nyamuk ini.

Pada intinya, kerja sama dari seluruh elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kebersihan lingkungannya dengan menerapkan sistem 3 M (menguras, mengubur dan menutup) secara rutin di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Menurut Laura, sapaan sehari-hari Bupati Nunukan, sertifikat eliminasi malaria diterima bersamaan dengan enam bupati/wali kota se Indonesia yakni Kabupaten Tana Tidung (Kaltara), Kota Bengkulu (Bengkulu), Kabupaten Garut (Jawa Barat), Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Kabupaten Wakatobi (Sulawesi Tenggara).

Konferensi pers secara virtual yang dipimpin Menteri Kesehatan itu diikuti enam kepala daerah penerima penghargaan di mana pernyataan komitmen dipercayakan dibacakan oleh Bupati Nunukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan M Tololiu pada kesempatan itu juga menjelaskan pasien penyakit malaria di Kabupaten Nunukan memang pernah mencapai puncaknya hingga ratusan orang korbannya.

Namun pada 2019, angka tersebut dapat ditekan dengan sangat drastis hingga hanya satu digit berkat sosialisasi yang digencarkan secara terus menerus kepada masyarakat.

Berkat keseriusan Pemkab Nunukan menekan angka korban penyakit malaria ini setiap tahunnya maka Kemenkes memberika penghargaan tertinggi sebagaimana yang diterima sekarang ini.

Hingga April 2020 ini, belum ada korban penyakit malaria di Kabupaten Nunukan di mana hal ini menandakan masyarakat sudah semakin disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungannya, demikian M Tololiu .

Baca juga: Kemkes minta masyarakat waspadai malaria di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Lembaga Eijkman dan pusat riset Australia kerja sama teliti malaria

Baca juga: API malaria di lima kabupaten di Papua masih tinggi

Baca juga: Mamuju mantapkan komitmen sebagai daerah eleminasi malaria
Pewarta : Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020