Otavio Dutra bertahan di Jakarta karena cinta Indonesia

Otavio Dutra bertahan di Jakarta karena cinta Indonesia

Bek tim nasional Indonesia Otavio Dutra. ANTARA/HO-PSSI/aa. (Handout PSSI)

Jakarta (ANTARA) - Bek Persija Otavio Dutra mengatakan alasan utama dirinya tidak kembali ke kampung halamannya di Brazil dan bertahan di Jakarta di tengah pandemi COVID-19 adalah karena dia mencintai Indonesia.

"Ini hampir sama situasinya pada tahun 2015. Saat itu saya menjadi satu-satunya pemain asing yang bertahan di Indonesia. Meski ketika itu liga berhenti, saya memutuskan tidak pulang karena saya cinta negara ini," ujar Dutra, dikutip dari laman resmi Persija di Jakarta, Sabtu.

Pesepak bola yang menjadi warga negara Indonesia pada tahun 2019 itu menganggap Indonesia sudah menjadi rumahnya.

Baca juga: Dokter Persija ingatkan pentingnya olahraga dan makanan saat puasa

Baca juga: Bhayangkara FC usul kompetisi diakhiri jika pandemi belum mereda

Dutra sendiri menetap di Ibu Kota bersama sang istri Tatiane, yang juga berdarah Brazil, dan anak-anaknya.

"Saya tetap tinggal di Jakarta apalagi keluarga saya juga sudah berada di sini bersama saya. Kami senang di sini," kata pria berusia 36 tahun yang sudah bermain di Indonesia sejak tahun 2010 tersebut.

Selama di rumah, Dutra fokus menjalani latihan sesuai instruksi dari pelatih Persija Sergio Farias. Cuma pada hari Minggu saja dia istirahat dari rutinitas tersebut.

"Saya hampir berlatih setiap hari bersama istri saya. Mungkin hanya hari Minggu saja saya rehat karena hari itu untuk istirahat juga,” tutur dia.

Untuk mengisi waktu di tengah kekosongan musim kompetisi karena krisis kesehatan, menonton film menjadi salah satu pilihan Dutra.

"Hobi saya yang lain menonton film. Salah satu film yang saya suka adalah La Casa de Papel atau lebih dikenal dengan Money Heist. Film itu sangat bagus," ujar pria yang memperkuat tim nasional Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia tersebut.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah pasien positif terbanyak di Indonesia. Hingga Sabtu (2/5), tercatat ada 4.355 penderita penyakit virus corona (COVID-19) di DKI Jakarta, di mana 562 pasien berhasil sembuh dan 400 meninggal dunia.

Secara nasional, di rentang waktu yang sama, ada 10.843 penderita COVID-19 di Indonesia, dengan 1.665 orang dinyatakan pulih dan 831 pasien wafat.

Baca juga: Persib Bandung sarankan kelanjutan Liga 1 ikuti arahan pemerintah

Baca juga: Beckham Putra hindari makan berminyak saat berbuka

 
Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
COPYRIGHT © ANTARA 2020