Zona merah COVID-19 Sumatera Selatan bertambah jadi empat

Zona merah COVID-19 Sumatera Selatan bertambah jadi empat

Anggota kepolisian memberikan edukasi pada salah pengendara kendaraan yang melintas di kawasan Tanjung Api Api Palembang,Sumsel, Rabu (22/4/2020). Tim gabungan gugus tugas pencegahan dan percepatan penanganan COVID-19 Kota Palembang mendirikan pos pemeriksaan (check point) di lima titik pintu masuk untuk memeriksa dan mengedukasi warga pentingnya pelindung diri dan masker sebagai persiapan sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang. (FOTO ANTARA/Feny Selly/Ang)

Palembang (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan menyatakan wilayah dengan zona merah COVID-19 di provinsi itu bertambah satu dari sebelumnya tiga, kini menjadi empat daerah saat kasus positif yang tercatat telah mencapai 185 orang hingga Minggu (3/5) 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Sumsel, Yusri, Minggu, di Palembang mengatakan empat zona merah tersebut adalah Kota Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), yang ditemukan total sebanyak 142 kasus atau 77 persen dari 185 kasus di seluruh Sumsel.

"Kota Lubuklinggau menjadi daerah zona merah terbaru karena sudah ada transmisi lokal," katanya.

Ia merinci dari empat zona merah itu, Kota Palembang mencatatkan kasus tertinggi di Sumsel per 3 Mei yakni 105 kasus, disusul Lubuklinggau 15 kasus, Prabumulih 12 kasus dan OKU 10 kasus.

Sedang kasus lainnya tersebar di 10 wilayah zona kuning, yakni Banyuasin (10), Ogan Komering Ilir (9), Ogan Ilir (5), Musi Rawas (3), Muara Enim (2), Lahat (2), Musi Banyuasin (1), Pagaralam (1), Muratara (1), OKU Timur (1), dari luar Sumsel namun dirawat di Sumsel (7).

Satu kasus di OKU Timur merupakan temuan pertama yang membuat kabupaten penghasil beras tersebut masuk zona kuning, sehingga zona hijau tinggal menyisakan Kabupaten OKU Selatan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dan Empat Lawang.

Selain itu dari 1.090 sampel yang diperiksa Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang, masih terdapat 720 sampel yang harus diperiksa dan diperkirakan terus bertambah seiring gencarnya pelacakan kontak di kabupaten/kota.

Yusri juga menjelaskan bahwa 70 persen sampel yang diperiksa tersebut berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG) kontak erat, sehingga dikhawatirkan pergerakan OTG yang tidak terlacak akan mempercepat sebaran COVID-19 di berbagai wilayah.

"Namun masyarakat tidak perlu khawatir, yang penting tetaplah mengikuti anjuran pemerintah dengan mengatur jaga jarak, menggunakan masker dan sebisa mungkin menghindari kerumunan," tambahnya.

Karena itu, masyarakat diminta memperkuat imunitas dengan cukup makan, cukup gerak dan cukup tidur serta tidak stres, sebab imunitas tubuh yang kuat mampu mengalahkan COVID-19 yang terlanjur masuk ke dalam tubuh, demikian Yusri.

Baca juga: Positif COVID-19 di Sumsel capai 150 kasus

Baca juga: Positif COVID-19 di Palembang tembus 100 kasus, sebut Gugus Tugas

Baca juga: Palembang segera kirim usulan PSBB ke Gubernur Sumsel
Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020