Potensi ekonomi RI-Azerbaijan lebih besar

Potensi ekonomi RI-Azerbaijan lebih besar

Menara pengeboran minyak lepas pantai di Azerbaijan. (ANTARA/REUTERS/Grigory Dukor/File Photo)

Jakarta (ANTARA) - Menjelang peringatan 28 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan Azerbaijan, nilai perdagangan kumulatif kedua negara sejak 2012 hingga 2019 mencapai hampir 9 miliar dolar AS (setara Rp136 triliun), dan potensinya dianggap lebih besar daripada itu.

Indonesia merupakan pengimpor minyak mentah, bahan kimia, produk makanan, logam besi, dan logam nonbesi dari Azerbaijan, dan juga pengekspor minyak sawit, kopi, kertas, tekstil, karet, dan kerajinan tangan ke Baku, menurut Kedutaan Besar Azerbaijan di Jakarta dalam pernyataan yang diterima pada Rabu.

Lebih rinci lagi dijelaskan bahwa Azerbaijan adalah negara kaya minyak bumi di wilayah Kaukasus Selatan yang menjadi salah satu pemasok utama minyak mentah untuk Indonesia selama 13 tahun terakhir.

Negara berpopulasi sekitar sepuluh juta orang itu merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia, di antara anggota Persemakmuran Negara-negara Merdeka (CIS), setelah Rusia.

"Tapi perdagangan bilateral yang mengesankan ini tidak mencerminkan potensi ekonomi Indonesia dan Azerbaijan yang sebenarnya. Kedua negara harus bekerja keras untuk memanfaatkan potensi yang sangat besar ini agar dapat saling menguntungkan di masa depan," tulis Kedutaan Besar Azerbaijan.

Kedutaan besar menambahkan bahwa kedua negara saat ini tengah berfokus untuk memperluas kerja sama ekonomi baru, yakni dengan Azerbaijan yang ingin berinvestasi pada sektor energi, pertambangan, infrastruktur, dan manufaktur di Indonesia.

Sementara Indonesia dapat memanfaatkan Baku--ibu kota Azerbaijan--sebagai jalan masuk menuju komunikasi dengan negara-negara CIS yang lain, serta menarik wisatawan dari Azerbaijan yang saat ini cukup banyak mengunjungi Bali.

Di samping potensi kerja sama ekonomi yang mendekatkan kedua negara, kondisi Indonesia dan Azerbaijan yang sama-sama negara mayoritas berpenduduk Muslim dan menganut paham demokrasi juga merupakan latar belakang penting bagi hubungan keduanya.

Baca juga: Presiden Azerbaijan berencana kunjungi Indonesia tahun ini
Baca juga: Bima Arya kunjungi Azerbaijan pelajari Mal Pelayanan Publik
Pewarta : Suwanti
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020