Korsel pelonggar aturan pembatasan, dubes sampaikan pesan untuk WNI

Korsel pelonggar aturan pembatasan, dubes sampaikan pesan untuk WNI

Tangkapan layar Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan paparan pada sesi seminar via Internet (webinar) yang diadakan oleh CSIS Indonesia sebagaimana disaksikan di Jakarta, Rabu (6/5/2020). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan Umar Hadi menyampaikan pesan ke warga Indonesia yang tinggal di Negeri Ginseng untuk tetap memperhatikan kesehatan dan mawas diri setelah pemerintah setempat memberi kelonggaran terhadap aturan pembatasan mulai hari ini (6/5).

"Pesan saya kepada warga negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan, pelonggaran pembatasan sosial bukan berarti kita akan kembali ke cara hidup yang kita lakukan sebelum pandemi. Sebaliknya, kita justru harus menjalani hidup normal yang baru. Kita hidup dengan aktif tetapi lebih memperhatikan kesehatan dan keamanan diri," kata Dubes Umar saat sesi seminar via Internet yang disiarkan Centre for Strategic and International Studies (CSIS)  Indonesia, Rabu.

Ia menjelaskan Pemerintah Korea Selatan telah memberi panduan pelonggaran aturan pembatasan sosial ke pihak kedutaan.

"Panduan itu sangat detail dan selama dua sampai tiga hari ini, kami sibuk mengalihbahasakan panduan itu ke Bahasa Indonesia agar mudah dimengerti dan dipahami oleh WNI," terang dia.

Baca juga: Langgar aturan isolasi mandiri COVID-19, WNI dideportasi dari Korsel
Baca juga: Belajar dari Korsel, RI perlu sistem IT hadapi COVID-19


Menurut catatan Kedutaan Besar RI Seoul, lebih dari 40.000 warga negara Indonesia tinggal di Korea Selatan.

Otoritas di Korea Selatan mulai hari ini (6/5) memberi kelonggaran terhadap kebijakan pembatasan sosial setelah aturan itu diterapkan dengan ketat pada Maret. Pemerintah setempat akan mengizinkan pertokoan dan sarana umum kembali beroperasi.

Sekolah, universitas, taman, dan perpustakaan umum di Korea Selatan juga akan dibuka secara bertahap.

Walaupun demikian, otoritas setempat tetap meminta masyarakat menjaga jarak satu sama lain dan memelihara kebersihan serta kesehatan pribadi.

Otoritas di Korea Selatan mencatat per hari ini (6/5) kasus positif COVID-19 mencapai 10.806 jiwa. Dari jumlah itu, 9.333 di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 255 lainnya meninggal dunia.

Baca juga: Indonesia dapat belajar dari data penanggulangan COVID-19 Korsel
Baca juga: Perusahaan Korsel donasikan test kit Covid-19 Rp1,2 miliar kepada BNPB
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020