BNI kucurkan KUR Rp47,5 miliar untuk petani bawang putih di NTB

BNI kucurkan KUR Rp47,5 miliar untuk petani bawang putih di NTB

Hamparan tanaman bawang putih yang sudah siap panen di Desa Sembalun Lawang, Kabupaten Lombok Timur, NTB. ANTARA/Awaludin

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR) senilai Rp47,5 miliar selama periode Januari-April 2020 kepada 3.705 petani di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, daerah penghasil bawang putih.

"Penyaluran KUR ke sektor pertanian menjadi salah satu strategi tumpuan dalam masa COVID-19," kata Direktur Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BNI Tambok P Setyawati di Jakarta, Senin.

Baca juga: 11,9 juta debitur KUR dipastikan bebas bayar pokok angsuran 6 bulan

Menurut dia, bank BUMN ini hadir di daerah penghasil bawang putih itu sejak tiga tahun lalu yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

Bank pelat merah ini memberikan keringanan berupa bunga rendah dengan sistem tidak diangsur tapi bayar ketika panen atau yarnen atau lunas setelah panen.

Sistem yarnen, kata dia, tidak hanya berlaku pada debitur di Sembalun, namun juga kepada petani usaha padi, jagung dan lain di Jawa Timur serta seluruh sentra pertanian di Indonesia.

Adanya kucuran kredit dari BNI dirasakan manfaatnya oleh sejumlah petani setempat salah satunya Abdul Rais.

Abdul menuturkan sebelum ada bantuan kredit dari bank pelat merah itu, para petani masih bergantung pada rentenir yang memberikan bunga yang tinggi.

"Hadirnya BNI turut meningkatkan kesejahteraan petani di sini dengan akses pembiayaan yang mudah dan ringan melalui KUR," katanya.

Dalam hal pengajuan pinjaman, lanjut dia, berkas dikoordinasi oleh ketua kelompok tani secara kolektif untuk diserahkan dan diproses oleh BNI Kantor Cabang Mataram.

Sedangkan untuk pelunasannya, petani cukup melakukan setoran ke kantor cabang terdekat atau melalui Agen46 yang merupakan layanan keuangan tanpa kantor.

Sementara itu, untuk mendukung jaga jarak terkait pandemi virus corona, kata dia, sebagian petani memanfaatkan komunikasi melalui pesan aplikasi untuk mengoordinasikan seputar pasokan benih, pupuk, penjualan, hingga akses pembiayaan.

Baca juga: BNI salurkan Rp10 triliun bansos pemerintah ringankan dampak COVID-19
Baca juga: Kementan ingin semangat petani Sembalun NTB bangkit lewat korporasi
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020