TNI kirim 12,9 ton bantuan kepada korban topan Harold di Fiji

TNI kirim 12,9 ton bantuan kepada korban topan Harold di Fiji

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memeriksa bahan bantuan kemanusiaan untuk korban topan Harold dari Indonesia untuk rakyat dan pemerintah Republik Fiji, di dalam pesawat C-130HS Hercules, di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/5/2020). ANTARA/HO-Pusat Penerangan TNI

Jakarta (ANTARA) - Markas Besar TNI mengirimkan 12,9 ton bantuan kemanusiaan kepada korban topan Harold, Fiji, menggunakan pesawat C-130HS Hercules nomor registrasi A-1318 TNI AU.

Pengiriman bantuan kemanusiaan itu langsung dilepas Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melalui upacara pelepasan pengiriman bantuan untuk korban topan Harold ke pemerintah Republik Fiji, di Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa. Turut hadir pada upacara itu duta besar Fiji untuk Indonesia dan sejumlah petinggi TNI. 

Bantuan kemanusiaan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat C-130HS Hercules nomor registrasi A-1318 TNI AU pukul 05.00 WIB Rabu (13/5), diperkirakan akan tiba di Fiji pada pukul 22.00 waktu setempat Kamis (14/5). Rute penerbangan yang ditentukan adalah Jakarta-Makassar-Merauke-Kaledonia Baru-Suva, Fiji.

"Bantuan kemanusiaan 12,9 Ton barang-barang yang dibutuhkan rakyat Fiji ini adalah bantuan dari pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia," kata Tjahjanto, dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa petang.

Baca juga: Indonesia beri bantuan untuk korban topan Harold di Fiji

Bantuan kemanusiaan sebanyak 12,9 ton itu berupa bahan-bahan makanan dan minuman serta beberapa barang lainnya seperti tenda peleton, tenda regu, handuk, dan selimut.

Bantuan itu juga menjadi kelanjutan bantuan pemerintah Indonesia yang telah disampaikan melalui Kedutaan Besar Indonesia di Suva beberapa waktu yang lalu.

"Meskipun Indonesia saat ini mengalami masa sulit akibat pandemik Covid-19, tetapi tidak mengurangi semangat kemanusiaan kita untuk memberikan bantuan kepada rakyat Fiji yang mengalami bencana berlipat ganda," katanya.

Baca juga: Topan Harold ratakan rumah dan sebabkan cedera di Fiji

Ia menyebutkan, pada 8 April 2020 yang lalu, topan Harold menerjang negara-negara di Pasifik Selatan. Vanuatu, Fiji dan Kepulauan Solomon menjadi korban keganasan badai tropis Harold yang terbentuk di Samudera Pasifik bagian selatan.

Topan Harold yang menerjang Fiji satu bulan yang lalu merupakan topan kategori 5 dengan kecepatan angin lebih dari 200 km perjam, kata Marsekal Hadi.

Terjangan Harold di Fiji telah merusak bangunan, rumah-rumah penduduk, banjir di sebagian wilayah dan terputusnya listrik serta fasilitas komunikasi.

Baca juga: Indonesia juga bagian dari negara Melanesia

"Bencana ini tentu saja menambah kesulitan Fiji di tengah pandemik Covid-19 yang juga melanda negara-negara Pasifik Selatan," katanya.

Menurut dia, bantuan ini juga menunjukkan eratnya hubungan kedua negara. Sebagai negara yang bersahabat, sudah tentu akan saling bantu di saat dibutuhkan.

Sebelumnya di awal Februari 2016 saat Fiji diterjang topan Winston, Indonesia mengirimkan Satuan Tugas Zeni TNI untuk melaksanakan rekonstruksi dengan merehabilitasi gereja, sekolah dan asrama siswa.

Baca juga: Fiji diterjang topan superkencang, 10 tewas

"Bantuan kemanusiaan tersebut menjadi wujud nyata pelaksanaan amanah konstitusi untuk ikut serta menjaga perdamaian dan ketertiban dunia. Kita semua tentunya berharap semoga bantuan ini dapat meringankan beban rakyat Fiji dan dapat mempererat hubungan baik kedua negara," katanya. 

Baca juga: Satu tewas, ribuan dievakuasi akibat Topan Sarai di Fiji
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020