Dua WNA Malaysia positif COVID-19 dirawat di Nunukan minta dipulangkan

Dua WNA Malaysia positif COVID-19 dirawat di Nunukan minta dipulangkan

Ilustrasi - Petugas medis memindahkan pasien ke ruang isolasi Penanganan Pasien Corona. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Nunukan (ANTARA) - Dua warga negara asing asal Malaysia yang dirawat di ruangan isolasi RSUD Nunukan, Kalimantan Utara karena positif COVID-19 sejak sebulan lalu, meminta  dipulangkan ke negaranya.

Juru bicara Tim Gugus Tugas COVID-19 Nunukan, Aris Suyono di Nunukan, Rabu mengatakan sedang mempertimbangkan permintaan kedua WNA Malaysia itu, namun harus berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait jika memungkinkan  dilakukan pemulangan sebelum dinyatakan sembuh total.

Aris pada press realease di Sekretariat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nunukan, menyebutkan kedua WNA Malaysia ini merupakan kluster ijtima Kabupaten Gowa Sulsel yang dikarantina di Rusunawa Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan sebelum dinyatakan positif COVID-19.
Baca juga: Sebanyak 92 WNA di Indonesia positif COVID-19
Baca juga: Sebanyak 17 WNA di Indonesia meninggal dunia akibat COVID-19


Sampai saat ini jumlah pasien positif COVID-19 di Kabupaten Nunukan dan sedang menjalani perawatan 36 orang, 15 pasien sedang pemulihan di Puskesmas Binusan. Sedangkan 21 orang masih dirawat dan menjalani terapi di ruangan isolasi RSUD Nunukan.

Ke-36 pasien positif COVID-19  termasuk dua WN Malaysia dalam kondisi stabil dan tidak mengalami masalah. "Semua pasien positif yang dirawat di RSUD Nunukan saat ini sedang menjalani terapi dalam kondisi stabil," kata dia.

Menyinggung perihal 15 pasien yang sedang menjalani fase pemulihan di Puskesmas Binusan, Aris menyatakan, masih menunggu hasil analisis swab berikutnya dari Jakarta. Memang ada tiga pasien yang telah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan swab dari BBLK Surabaya.
Baca juga: Empat WNA India di Yogyakarta dinyatakan positif COVID-19
Baca juga: Salah satu pasien positif COVID-19 Kalteng adalah WNA
Pewarta : Rusman
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2020