Satu PDP asal OKU Sumsel meninggal dimakamkan di Kota Metro, Lampung

Satu PDP asal OKU Sumsel meninggal dimakamkan di Kota Metro, Lampung

Persiapan proses pemakaman seorang PDP asal OKU Sumsel yang meninggal di RSUD Ahmad Yani Metro, dimakamkan di TPU khusus COVID-19 di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Rabu (13/5/2020) malam. (Antaralampung/HO)

Metro, Lampung (ANTARA) - Pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), seorang perempuan berusia 52 tahun yang meninggal di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, telah dimakamkan di pemakaman COVID-19 di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan.

"Jenazah dimakamkan di Metro. Ini permintaan keluarga mengingat jaraknya jauh, maka almarhumah diminta keluarganya untuk dikebumikan di Metro," kata Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kota Metro, Nasir AT MM, Kamis.

Baca juga: Dinkes Lampung mulai operasikan PCR dengan periksa sebelas swab

Dia mengatakan, untuk kembali ke Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel membutuhkan waktu tujuh sampai delapan jam, karenanya keluarga sepakat jenazah dimakamkan di Metro.

"Semalam (Rabu, 13/5 malam) langsung dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19 yang sudah kita siapkan di Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan," ujarnya pula.

Nasir menjelaskan, pemerintah sudah melakukan persiapan untuk pemakaman PDP tersebut, mulai dari menyiapkan lubang pemakaman hingga menyiapkan lampu penerangannya.

"Awalnya kan mau dimakamkan di OKU. Tetapi berubah lagi, keluarga minta di Metro saja. Tapi semua sudah kami siapkan," katanya lagi.

Pemakaman PDP tersebut dikawal personel TNI/Polri. Tim yang melakukan pemakaman berjumlah enam orang menggunakan APD lengkap.

Baca juga: Menag ajak ketuk pintu langit lewat doa

PDP perempuan asal Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel itu semula diisolasi di RSUD Jenderal Ahmad Yani, Kota Metro, Provinsi Lampung.

"Iya PDP asal OKU yang dirawat di RSUD A Yani meninggal dunia," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Metro, Nasir AT MM saat dihubungi melalui telepon.

Dia menjelaskan, PDP tersebut sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Mardiwaluyo Metro. Namun, karena kondisinya memburuk PDP tersebut dirujuk ke RDUD Jenderal A Yani.

"Masuk ke RSUD Jenderal Ahmad Yani hari Sabtu (9/5) lalu. Sebelumnya memang dirawat di RS Mardiwaluyo," ujarnya lagi.

Nasir menjelaskan, berdasarkan hasil rapid test, PDP tersebut reaktif COVID-19. Namun, untuk hasil tes swab masih belum ke luar.

Baca juga: Presiden Jokowi: Mari hadapi cobaan COVID-19 dengan tenang dan sabar
Pewarta : Hendra Kurniawan & Budisantoso B
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020