Dukung pos perbatasan dengan Timor Leste, PLN pasok listrik 2 desa NTT

Dukung pos perbatasan dengan Timor Leste, PLN pasok listrik 2 desa NTT

Bupati Belu Willybrodus Lay (kedua kiri) bersama General Manager PT PLN (Persero) UIW Nusa Tenggara Timur, Ignatius Rendroyoko (kiri) saat melakukan penyalaan listrik gratis untuk warga di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, pada Jumat (15/5/2020) (ANTARA/HO-PLN NTT)

Kupang (ANTARA) - PT PLN  Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalirkan pasokan listrik gratis untuk warga di dua desa yang menyebar di Kabupaten Belu dan Kabupaten Timor Tengah Utara yang merupakan daerah perbatasan dengan Timor Leste.

General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah NTT, Ignatius Rendroyoko, mengatakan listrik telah menyala di Desa  Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu untuk 89 Kepala Keluarga (KK) dan Desa Manamas, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara 66 KK.

“Penyalaan listrik sudah kami lakukan pada 15 Mei sebagai upaya PLN melaksanakan tugas pemerintah dalam melayani kebutuhan listrik bagi masyarakat di desa-desa yang ada di perbatasan negara,” katanya dalam keterangan yang terima di Kupang, Minggu.

Baca juga: PLN akan listriki 267 desa di NTT pada 2020

Desa Silawan dan Desa Manamas, lanjut dia, merupakan bagian dari desa di wilayah beranda terdepan Indonesia yang berbatasan dengan negara Timor Leste di Pulau Timor.

Oleh karena itu, katanya, pasokan listrik sebagai bagian dari kebutuhan dasar masyarakat setempat menjadi perhatian serius dari negara untuk dipenuhi.

"Kami mendapat arahan juga oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  yang secara khusus meminta PLN menyiapkan listrik yang cukup, handal, dan berkelanjutan untuk masyarakat di perbatasan,” katanya.

Ia mengatakan listrik gratis ini juga untuk menunjang kebutuhan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang ada di dua desa tersebut yakni PLBN Motaain di Desa Silawaan dan PLBN Wini di Desa Manamas.

Baca juga: Sisa 12 desa di Kabupaten Kupang belum terlistriki
 
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020