10 penyanyi China pikat juri Dharma Oratmangun

10 penyanyi China pikat juri Dharma Oratmangun

Babak final lomba menyanyikan lagu Indonesia digelar Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing secara virtual melalui aplikasi Zoom, Rabu (20/5/2020). ANTARA/M. Irfan Ilmie

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 10 finalis Lomba Menyanyi Lagu Indonesia khusus untuk warga negara China bersaing memikat hati dewan juri, yang diketuai penyanyi sekaligus pencipta lagu, Dharma Oratmangun.

Dalam babak final, yang digelar secara virtual dan juga disaksikan oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun pada Rabu (20/5) itu, 10 finalis menyanyikan dua lagu yang terdiri dari satu lagu wajib dan satu lagu pilihan.

"Sepuluh finalis ini kami saring dari 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan dosen Program Studi Bahasa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di Tiongkok," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing Yaya Sutarya, Kamis.

Dharma Oratmangun, yang juga adalah Ketua Umum Karya Cipta Indonesia (KCI), mendengarkan dan menyaksikan para peserta bernyanyi melalui aplikasi Zoom dari Indonesia.

Dua juri lainnya adalah Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Beijing Arijanto Surojo dan sfat Icha dari KBRI Beijing.

Setiap peserta membawakan dua lagu. Para peserta boleh memilih satu dari dua lagu wajib yang ditentukan panitia, masing-masing berjudul "Indonesia Pusaka" atau "Simponi Yang Indah".

Dalam lagu pilihan, peserta bebas memilih lagu apa saja. Namun, kebanyakan peserta memilih lagu daerah, seperti yang dilakukan Semi, dosen guru Bahasa Indonesia di Xi'an. Ia memilih lagu berjudul "Rek Ayo Rek".

Dari segi kualitas, kemampuan para peserta merata karena memang kesepuluh finalis tersebut merupakan hasil saringan dari 50 orang yang mengirimkan rekaman video kepada panitia.

"Semoga dengan adanya lomba menyanyikan lagu-lagu Indonesia ini persahabatan Indonesia-China makin erat," kata Dharma.

Lomba tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China.

Atdikbud KBRI Beijing memberikan hadiah berupa trofi, sertifikat, bingkisan dan uang tunai, masing-masing sebesar 1.500 yuan untuk juara I, 1.000 yuan (juara II), dan 750 yuan (juara III). 

Baca juga: Distribusi vaksin COVID-19 juarai LKTM 70 tahun Indonesia-China

Baca juga: KBRI Beijing gelar lomba menyanyi lagu Indonesia khusus BIPA

Baca juga: Pertama kali lomba pidato bahasa Indonesia secara nasional di China


 

Agar Bahasa Indonesia menjadi Bahasa Internasional di ASEAN

Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020