Presiden Guatemala marahi AS karena deportasi migran positif COVID-19

Presiden Guatemala marahi AS karena deportasi migran positif COVID-19

Presiden Guatemala Alejandro Giammattei (kiri) dan Presiden El Salvador Nayib Bukele berjabat tangan setelah menandatangani pra-perjanjian untuk memiliki perbatasan terbuka antara kedua negara di San Salvador, El Salvador (27/1/2020). ANTARA/REUTERS/Jose Cabezas/aa. (REUTERS/JOSE CABEZAS)

Guatemala City (ANTARA) - Presiden Guatemala Alejandro Giammattei mengkritisi Amerika Serikat karena mendeportasi migran yang terinfeksi virus corona dan menekan sistem kesehatannya yang lemah.

Terlepas dari pandemi virus corona dan upaya Giammattei untuk membatasi penerbangan deportasi dari AS, Presiden AS Donald Trump telah mengirim migran Guatemala kembali ke negara asal mereka.

Dari orang-orang yang dideportasi, 119 orang dinyatakan positif mengidap virus itu, atau mencakup 5 persen dari 2.512 kasus di Guatemala.

"Kami memahami bahwa AS ingin mendeportasi orang, tetapi yang tidak kami mengerti adalah mengapa mereka mengirimi kami penerbangan penuh pasien terinfeksi COVID-19," kata Giammattei dalam pembicaraan daring yang dipandu oleh Dewan Atlantik Adrienne Arsht Latin America Center.

"Kami memiliki masalah serius dengan orang yang dideportasi," katanya.

"Kami belum diperlakukan oleh AS dengan cara yang menurut saya baik, sehubungan dengan orang-orang yang dideportasi."

Giammattei (64) seorang pensiunan dokter yang berjalan menggunakan kruk karena sklerosis, juga mengatakan AS bahkan tidak mengirim masker selama pandemi.

Kedutaan Besar AS mengeluarkan pernyataan yang memberikan perincian tentang bantuan ekonomi yang telah ditunjuknya baru-baru ini untuk Guatemala, termasuk persediaan, pelatihan dan bantuan yang diberikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, serta bantuan senilai 2,4 juta dolar AS (sekitar Rp35,6 miliar) yang dilakukan bulan lalu melalui USAID.

"Amerika Serikat berkomitmen untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Guatemala," kata Duta Besar Luis Arreaga dalam pernyataannya.

Meksiko, Kolombia, Haiti, dan Jamaika juga telah mencatat penularan diantara warga mereka yang dideportasi.

Minggu ini, Patroli Perbatasan AS mengatakan akan mulai mendeportasi orang-orang Meksiko sebagai cara untuk membatasi penyebaran virus corona.

Pemerintah Meksiko mengatakan delapan penerbangan direncanakan selama bulan Mei yang akan mengirim hingga 133 orang ke Mexico City.

Sumber: Reuters

Baca juga: Presiden Guatemala: Migran yang dideportasi dari AS tertular COVID-19
Baca juga: Guatemala berusaha hambat deportasi imigran oleh AS
Baca juga: Guatemala siapkan 26 juta dolar AS bantu orang miskin hadapi corona
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020