Politik kemarin, normal baru hingga Tri Rismaharini menangis

Politik kemarin, normal baru hingga Tri Rismaharini menangis

Arsip-Presiden Jokowi menyampaikan pernyataan pers setelah memeriksa persiapan skenario "normal baru" di fasilitas publik, di stasiun MRT bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). ANTARA/HO/@setkabgoid/pri.

Jakarta (ANTARA) - Selama Jumat (29/5), berbagai peristiwa politik telah diberitakan oleh Kantor Berita ANTARA mulai penerapan normal baru hingga Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menangis.

Berikut rangkuman berita politik yang layak disimak pagi ini.

1. PWI kecam intimidasi, ancaman pembunuhan terhadap wartawan Detik.com

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengecam keras aksi intimidasi dan ancaman pembunuhan terhadap wartawan Detik com.

Selengkapnya di sini

2. Presiden: Meski ada pandemi, agenda strategis tak boleh berhenti

Presiden RI Joko Widodo menegaskan pelaksanaan sejumlah agenda-agenda strategis tidak boleh terhenti meski Indonesia dilanda pandemi COVID-19.

Selengkapnya di sini

3. BIN salurkan ribuan alat kesehatan membuat Risma menangis

Badan Intelijen Negara (BIN) menyalurkan ribuan alat kesehatan untuk membantu Pemerintah Kota Surabaya guna mempercepat penanganan penyebaran virus COVID-19 hingga membuat Wali Kota Tri Rismaharini menangis.

Selengkapnya di sini

4. Menpan-RB: ASN menyesuaikan sistem kerja dengan tatanan normal baru

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengeluarkan Surat Edaran Menpan-RB Nomor 58 Tahun 2020 tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Tatanan Normal Baru.

Selengkapnya di sini

5. Wapres sebut produktivitas jadi tantangan di era normal baru

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan peningkatan produktivitas menjadi tantangan tersendiri di era normal baru selama pandemi COVID-19, karena kegiatan ekonomi banyak terhenti selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Selengkapnya di sini
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020