Kematian akibat opioid di Kanada meningkat selama pandemi COVID-19

Kematian akibat opioid di Kanada meningkat selama pandemi COVID-19

Rumah sakit keliling yang bekerja sama dengan Palang Merah Kanada didirikan di Jacques-Lemaire Arena untuk membantu pasien terinfeksi virus corona (COVID-19) dari pusat perawatan jangka panjang (CHSLDs), di Montreal, Quebec, Kanada, Minggu (26/4/2020). REUTERS/Christinne Musch/hp/djo

Toronto (ANTARA) - Kematian terkait opioid di Kanada meningkat sejak pandemi COVID-19 berlangsung, kata kepala dinas kesehatan masyarakat negara tersebut pada Jumat (29/5).

Theresa Tam menyoroti British Columbia, provinsi paling barat Kanada sekaligus episentrum krisis overdosis opioid negara tersebut, yang mencatat lebih dari 100 kematian pada Maret dan April.

"Data ini mengindikasikan sebuah tren yang begitu mengkhawatirkan," kata Tam. "Sudah lebih dari setahun sejak British Columbia mengamati angka setinggi ini selama periode dua bulan."

Tren tersebut bersifat nasional, Tam menambahkan. Ia merujuk pada Toronto, yang layanan paramedisnya melaporkan bahwa pada April banyak kematian terkait opioid dalam sebulan sejak September 2017.

Di kota terbesar, Calgary, intervensi overdosis meningkat. Fasilitas penyuntikan aman mengobati 40 kasus overdosis pada Maret dan April. Jumlah itu naik tajam dari 11 kasus pada Februari.

Pemerintah federal pada Maret mengumumkan bahwa pihaknya akan melonggarkan pembatasan terhadap apoteker untuk meresepkan alternatif obat yang aman.  Kebijakan seperti itu direkomendasikan oleh para pegiat dan ahli selama bertahun-tahun.

Pandemi berdampak pada rantai pasokan obat tersebut karena perbatasan ditutup. Keadaan itu yang menyebabkan tingkat kematian lebih tinggi, kata Guy Felicella, penasihat klinis di Centre on Substance Abuse di British Columbia.

"Ketika (obat menjadi) lebih sulit ditemukan, potensi (kematian) naik, harga naik, semua naik dan artinya menjadi lebih mematikan setiap harinya," kata Falicella.

Pandemi hanya memperburuk masalah yang ada, katanya. Ia menambahkan bahwa langkah penyediaan obat yang aman terlalu sedikit, terlalu terlambat.

"Kita tidak bisa menyalahkan COVID atas kurangnya tanggapan kita dalam menangani krisis overdosis," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: UNODC: Pasar narkoba sintetis di Asia terus berkembang

Baca juga: Hampir sepertiga warga Kanada gunakan opioid

Baca juga: China katakan Amerika Serikat harus berbuat lebih untuk pangkas permintaan opioid


 

Jaringan narkoba manfaatkan situasi pandemi untuk beraksi

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020