Alih fungsi lapangan bola Simprug menjadi rumah sakit Covid-19 selesai

Alih fungsi lapangan bola Simprug menjadi rumah sakit Covid-19 selesai

Progres pembangunan rumah sakit darurat untuk rujukan COVID-19 di bekas lapangan sepak bola Simprug, Jakarta Selatan. ANTARA/HO-PT Pertamina/aa.

Jakarta (ANTARA) - Patra Jasa telah selesai sesuai dengan jadwal dalam membangun Rumah Sakit di lahan seluas 10.200 meter persegi di Lapangan Bola Simprug, Jakarta.

Rumah Sakit ini merupakan extension dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Rumah Sakit dibangun dengan menggunakan bahan atau material yang mudah dipasang yaitu modular yang diproduksi di Indonesia.

Direktur Utama PT Patra Jasa Dani Adriananta, dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu, mengatakan, RSPP Extension Covid-19 telah selesai di bangun tepat waktu, tanggal 20 Mei 2020, sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh Induk Perusahaan kami (1 bulan).

Penyelesaian Pembangunan RSPP Extension Covid-19 merupakan prioritas utama sekaligus komitmen kami sebagai anak Perusahaan PT Pertamina (Persero), yang mendukung penuh upaya Pemerintah Indonesia memerangi Covid-19.

Sementara itu, Direktur Teknik PT Patra Jasa, Ferry Febrianto menambahkan, karena waktu yang diberikan cukup singkat, yaitu hanya 1 bulan, Patra Jasa memutuskan membangun RS ini dengan konsep prefabricated-construction, yaitu menggunakan modular-system.

Baca juga: RS Pertamina miliki "drive thru" swab test untuk publik
Baca juga: Pertamina sulap lapangan bola Simprug jadi rumah sakit COVID-19


"Sistem ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain, tahan gempa, pelaksanaan konstruksi dapat dilakukan cepat, dan dilakukan dengan knock-down system. Metode konstruksi yang dipakai adalah Metode Kit Building, yaitu metode yang komponen bangunannya dibuat di pabrik untuk kemudian dirakit di lokasi. Hal ini jelas sangat membantu kami dalam proses pembangunan Rumah Sakit," katanya.

Fasilitas-fasilitas kesehatan lain dibangun untuk dapat memberikan layanan yang prima, antara lain ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi hingga ruang dekontaminasi.

Dengan selesainya pembangunan Rumah Sakit ini, secara pararel langsung dilakukan persiapan pemasangan alat-alat kesehatan serta persiapan tenaga medis. Rencananya beberapa hari ke depan akan dilakukan uji fungsi peralatan sehingga rumah sakit dapat segera beroperasi di awal bulan Juni.

Seluruh kegiatan pembangunan dan penyediaan alat kesehatan berada dalam pengawasan Pertamedika IHC. Demikian pula pengadaan fasilitas kesehatan dan peralatan medis lainnya, termasuk penyediaan tenaga medis dan non medis, dilaksanakan oleh Pertamedika IHC.

“Semoga sinergi yang kami lakukan antar Anak Perusahaan PT Pertamina (Persero) dalam menyediakan sarana prasarana penanganan tanggap darurat Covid-19 ini, dapat membantu seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan layanan kesehatan khusus Covid-19”, pungkas Dani.

Baca juga: Pertamina siapkan rumah sakit darurat dan rujukan COVID-19
Baca juga: Pengamat apresiasi gerak cepat Erick siapkan Rumah Sakit Pertamina
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020