Kelurahan Lenteng Agung temukan 20 pemudik tak ber-SIKM

Kelurahan Lenteng Agung temukan 20 pemudik tak ber-SIKM

Petugas Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan mengecek rumab kontrakan warga yang lolos mudik tidak mengantongi SIKM, Kamis (28/5/2020). ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan menemukan sedikitnya 20 orang warga kembali dari mudik tidak mengantongi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke Jakarta.

"Mereka ini ada yang mudik pakai motor dan pakai 'travel' (biro perjalanan) ," kata Lurah Lenteng Agung Panca Songkono saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Warga tersebut terjaring pendataan yang dilakukan oleh para ketua rukun tetangga (RT) dan ketua rukun warga (RW) di Kelurahan Lenteng Agung.

Pendataan warga yang mudik ini gencar dilakukan oleh Kelurahan Lenteng Agung, sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta bahwa RT dan RW menjadi garda terdepan untuk menekan laju penularan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2).

Baca juga: Kelurahan Lenteng Agung karantina empat pedagang tak kantongi SIKM

"Pendataan ini sudah kami lakukan sejak Lebaran, memerintahkan RT dan RW untuk mendata warganya yang mudik dan kembali dari mudik," kata Bayu.

Dari pendataan tersebut terdapat 20 warga yang kembali dari mudik tidak mengantongi SIKM dan lolos dari pos pemeriksaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bayu mengatakan dari 20 orang warga tersebut, sebanyak 13 orang dilakukan isolasi mandiri di tujuh rumah dengan pengawasan warga serta RT dan RW setempat.

"Tujuh orang lainnya pergi ke tempat kerabatnya di luar wilayah Lenteng Agung," kata Bayu.

Baca juga: Aparat temukan pelaku usaha langgar PSBB di Jaksel

Mereka yang menjalankan isolasi mandiri tersebut di setiap rumahnya dipasang stiker bertuliskan "Rumah pendatang mudik ini dalam pengawasan karantina mandiri 14 hari".

Apabila warga tersebut menolak untuk menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari, maka akan dikirim ke tempat isolasi sementara bagi pemudik yang terdapat di Kecamatan Jagakarsa.

"Kalau sudah karantina 14 hari, stiker akan kita copot," kata Bayu.

Menurut Bayu, pihaknya telah mengimbau warga untuk menunda rencana mudik ke kampung halaman untuk mencegah penularan COVID-19.

Baca juga: Perlintasan kereta Tanjung Barat ditutup mulai Sabtu

Untuk memastikan apakah warga mengikuti anjuran pemerintah, maka dilakukan pendataan oleh RT dan RW. Total ada 10 RW di Kelurahan Lenteng Agung.

Beberapa pemudik tersebut bisa lolos pos pemeriksaan diduga karena menggunakan jalur tikus untuk sepeda motor, selain itu menggunakan plat kendaraan B (wilayah Jakarta).

"Kalau yang pakai 'travel', menurut pengakuan mereka yang diperiksa SIKM-nya cuma sopirnya aja," kata Bayu.

Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020