Pemerintah berupaya jaga kinerja ekspor manufaktur saat pandemi

Pemerintah berupaya jaga kinerja ekspor manufaktur saat pandemi

Dokumentasi - Petugas melakukan aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (10/8/2019). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menjaga kinerja ekspor nonmigas, khususnya pada sektor manufaktur, di tengah masa pandemi COVID-19 agar tetap terjadi peningkatan dengan beberapa cara.

“Kemendag terus berupaya meningkatkan ekspor baik melalui pembinaan eksportir, promosi dagang, maupun diplomasi,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan melalui pesan elektronik diterima di Jakarta, Jumat.

Selain itu, lanjut Kasan, Kemendag tetap melakukan perundingan dagang dengan negara mitra untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan.

“Tentunya upaya-upaya peningkatan ekspor lainnya juga terus kami dorong, baik dari peningkatan kapasitas pelaku ekspor Indonesia, pengembangan produk ekspor untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk, serta penyediaan berbagai informasi pasar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia,” kata Kasan.

Baca juga: Menperin: Kami terus jaga agar kinerja ekspor manufaktur meningkat

Tak hanya di sektor manufaktur, lanjut dia, Kemendag juga mendorong peningkatan ekspor produk lainnya seperti produk makanan dan produk pertanian.

Caranya yakni dengan memaksimalkan fungsi perwakilan dagang yang tersebar di 23 negara di dunia.

“Kami berupaya untuk tetap mempertahankan pasar yang sudah ada serta membuka pasar baru dengan melihat peluang yang timbul di negara mitra dagang akibat pandemi ini,” pungkas Kasan.

Baca juga: Kadin: penyumbang terbesar ekspor, sektor manufaktur perlu dijaga

Berdasarkan data sementara Badan Pusat Statistk (BPS), neraca perdagangan non-migas Indonesia pada periode Januari-April 2020 mengalami surplus sebesar 5,56 miliar dolar AS melonjak dibandingkan dengan surplus periode Januari-April 2019 yang hanya sebesar 421,0 juta dolar AS.

Nilai ekspor non-migas Indonesia pada periode Januari-April 2020 sebesar 51,07 miliar dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 3,19 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode Januari-April 2019.

Adapun ekspor sektor manufaktur periode Januari-Maret 2020 mencapai 20,24 miliar dolar AS atau naik 5,14 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019, atau 51,22 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada periode tersebut.

Adapun produk manufaktur dengan kenaikan nilai ekspor tertinggi di antaranya produk logam, elektronik, alas kaki, otomotif, dan peralatan medis.

Baca juga: KKP: Era normal baru akan dongkrak permintaan ekspor perikanan

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020