Lanal Denpasar gagalkan orang masuk bak truk agar "lolos" di Gilimanuk

Lanal Denpasar gagalkan orang masuk bak truk agar

Lanal Denpasar menggagalkan dua orang yang masuk bak truk dengan ditutupi terpal, agar bisa lolos menyeberang di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, guna menghindari pemeriksaan petugas penanggulangan pandemi COVID-19, Jumat (5/6/2020). (Antara News Bali/HO-Lanal Denpasar/2020)

Denpasar (ANTARA) - Personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar menggagalkan dua orang yang masuk bak truk dengan ditutupi terpal, agar bisa lolos menyeberang di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, untuk menghindari pemeriksaan petugas penanggulangan Pandemi COVID-19.

"Tim Satuan Tugas Pengamanan Pergerakan Orang di Pelabuhan yang dipimpin Mayor Laut (PM) Bondan Kejawan itu, menggagalkan dua orang yang berusaha menghindari pemeriksaan petugas dengan bersembunyi dalam bak truk yang ditutupi terpal," kata Komandan Lanal Denpasar Kol Laut (P) Ketut Budiantara dalam keterangan pers yang diterima di Denpasar, Senin.

Menurut Danlanal Denpasar itu, awalnya anggota tim satgas pam menerima informasi dari petugas ASDP Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (5/6) lalu bahwa dua unit truk warna hijau bermuatan kaca dicurigai menyelundupkan orang untuk menghindari pemeriksaan protokol kesehatan COVID-19.

"Mendapat informasi tersebut, tak butuh waktu lama pada saat kedua truk keluar dari pintu 2 (area LCM), maka anggota satgas pam dengan sigap langsung memberhentikan dan melakukan penggeledahan. Terbukti dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu orang yang bersembunyi di dalam bak tiap truk yang ditutupi terpal," kata Budiantara.
Baca juga: Puluhan warga memaksa naik truk logistik ke Gorontalo

Selanjutnya, kedua orang dan sopir truk dibawa ke pos untuk dilaksanakan verifikasi dokumen ASDP Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sopir truk atas nama GA (30) dan AM (28) bahwa mereka bekerja di PT BMG (Bintang Mas Glassolution) berangkat dari Malang bersama dua kernet atas nama SA (32) dan SI (34).

Namun, karena jumlah orang melebihi kapasitas tidak sesuai aturan protokol COVID-19 dan mereka juga tidak memiliki Surat Keterangan Sehat dan hasil rapid test, maka mereka memutuskan untuk menyembunyikannya dalam bak truk dan ditutup terpal supaya bisa masuk ke Bali.

"Akhir-akhir ini marak terjadi penumpang yang mencoba menyeberang masuk, tetapi tidak mempunyai kelengkapan surat kesehatan di Pelabuhan Gilimanuk, namun kita berlakukan prosedur penanganan dengan tetap menerapkan standar protap COVID-19. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan serta memutus rantai penularan COVID-19," katanya.

Sebelumnya, Lanal Denpasar yang berada di bawah komando Lantamal V, jajaran Koarmada II melaksanakan pengamanan kedatangan PMI (Pekerja Migran Indonesia) bersama Gugus Tugas Penanganan COVID-19 dari Kapal MV Shoei Maru No.7 yang sedang lego jangkar di perairan Tanjung Benoa Bali, Selasa (2/6).

Kolonel Ketut Budiantara selaku Dansubsatgas Pelabuhan memerintahkan empat unsur laut utama yang dimiliki oleh lanal, yakni KAL Tanjung Pandangan, Patkamla Bali (Combat Boat), Catamaran, dan Sea Rider sebagai kendaraan pengawal keberadaan MV Shoei Maru No.7 di perairan Bali.

Kegiatan itu melibatkan anggota Pomal dan unsur Balai Kesehatan Lanal Denpasar Bali, serta dibantu oleh Denkav 4/Pasupati dan beberapa unsur laut dari Polairud Polda Bali, KSOP Kelas II Benoa dan Basarnas Bali.

"Setelah tiba di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, maka dilaksanakan pemeriksaan barang di gedung BCT dan penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan. Selanjutnya para ABK diberangkatkan menuju Inna Bali Haritage Hotel di Jl. Veteran No.3, Denpasar untuk menjalani rapid test dan karantina," kata Kolonel Budiantara.
Baca juga: Naik 50,56 persen, ASDP layani 45.131 truk di sembilan lintasan
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020