Kemenko Perekonomian nilai ada sinyal pemulihan ekonomi RI

Kemenko Perekonomian nilai ada sinyal pemulihan ekonomi RI

ilustrasi - Pekerja melintas dengan latar belakang pembangunan gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (3/4/2020). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/pras.

Jakarta (ANTARA) - Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Reza Yamora Siregar menilai saat ini mulai ada sinyal pemulihan terhadap perekonomian Indonesia seiring dengan diterapkannya normal baru atau new normal di beberapa daerah.

Reza menyatakan pelonggaran PSBB melalui penerapan new normal tersebut akan mampu membuat aktivitas perekonomian kembali bergerak sehingga akan berdampak pada ekonomi yang lebih baik.

“Pada Juni ini mulai ada pick up karena beberapa wilayah sudah ada pelonggaran PSBB dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Jadi ini ada sign recovery,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu.

Ia menuturkan penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sempat menyebabkan aktivitas perekonomian melemah sejak Maret hingga April 2020 hampir di semua sektor kecuali telekomunikasi dan kesehatan.

“Kalau kita lihat Maret ke April turun drastis lalu dari April ke Mei indikator kami menunjukkan angkanya tidak memburuk tapi juga belum ada rebound yang signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, Reza mengatakan sinyal pemulihan ekonomi nasional dapat dilihat melalui mulai adanya capital inflow sekitar 130 miliar dolar AS setelah sebelumnya sempat jatuh ke hampir 121 miliar dolar AS pada Maret 2020.

“Jadi capital inflow sudah mulai naik pada April dan menguat pada Mei,” ujarnya.

Tak hanya itu, Reza menyebutkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh di atas 5.000 setelah sebelumnya berada di bawah 4.000 juga merupakan sinyal pemulihan ekonomi.

Di sisi lain, Reza mengatakan dua faktor tersebut merupakan indikator dari sisi finansial yang pada dasarnya sangat reaktif terhadap keadaan baik dalam negeri maupun global.

“Indikator finansial ini memang lebih reaktif jadi kita harus hati-hati. Kita melihat financial market rebound habis-habisan tapi kita akui secara fundamental ekonomi kita kondisi ini sudah mulai bottom up,” katanya.

Oleh sebab itu, ia memastikan pemerintah akan terus menjaga kondisi pasar melalui berbagai kebijakan yang lebih baik agar perekonomian segera pulih.

“Untuk rebound kembali masih membutuhkan push kebijakan yang lebih besar. Investor mencari peluang ke Indonesia jadi keinginan itu yang harus dijaga,” ujarnya.

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi RI kuartal II diprediksi terkontraksi 4 persen

Baca juga: Indef perkirakan dampak stimulus ekonomi baru terasa triwulan IV 2020

Baca juga: Pemerintah upayakan pertumbuhan ekonomi akhir 2020 di atas nol persen
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020