Fans Panathinaikos lampiaskan amarah setelah pemilik berniat jual klub

Fans Panathinaikos lampiaskan amarah setelah pemilik berniat jual klub

Logo tim bola basket Panathinaikos. ANTARA/File/AFP

Jakarta (ANTARA) - Sekitar 100 fans bola basket Panathinaikos melampiaskan kemarahan mereka dengan menyerang vila sang pemilik klub, Dimitris Giannakopoulos, kata polisi setempat pada Rabu.

Dilansir dari AFP, Kamis, kepolisian menyebutkan bahwa saat peristiwa terjadi miliarder itu merekam serangan tersebut dan mengunggahnya di Instagram.

Para penyerang muncul dengan sepeda motor dan kemudian melemparkan batu ke rumah Giannakopoulos di pinggiran utara Kifissia, Athena utara. Mereka juga menulis slogan-slogan di dinding-dinding bangunan yang ada didekatnya.

Fans tersebut langsung pergi ketika polisi datang dan tak ada penangkapan karena tidak ada kerusakan yang dilaporkan tuan rumah.

Giannakopoulos mengatakan, serangan itu dilakukan oleh fans fanatik dari kelompok "gate 13" yang mengkritik kepemilikannya di klub, dan dia mengatakan para perusuh terlihat membawa pisau dan linggis.

Pada Selasa, pria berusia 46 tahun itu telah mengumumkan bahwa ia akan menjual tim itu seharga 25 juta euro.

Giannakopoulos mengambil alih klub pada tahun 2012 dari ayah dan pamannya dan sepanjang kepemilikannya itu klub berhasil meraih enam gelar liga tetapi gagal memenangkan gelar juara EuroLeague.

Pemilik perusahaan farmasi besar dan grup media digital itu mengatakan, keluarganya telah menginvestasikan lebih dari 450 juta euro ke dalam tim dan dia merasa "lelah menjadi satu-satunya orang yang memberikan uang kepada klub".

Mereka dinobatkan menjadi juara setelah musim 2019-2020 dihentikan oleh wabah virus corona.

Dengan gelar kali ini, total gelar juara liga Yunani mereka menjadi 38 kali di samping tambahan enam gelar juara EuroLeague, 19 juara Piala Yunani dan satu kali juara Piala Intercontinental.

Baca juga: Liga bola basket China kembali bergulir 20 Juni
Baca juga: IBL sepakati beberapa syarat untuk lanjutkan musim 2020


 
Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020