KBRI Islamabad dorong kerja sama ekonomi di tengah pandemi COVID-19

KBRI Islamabad dorong kerja sama ekonomi di tengah pandemi COVID-19

Duta Besar RI untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri (tengah) mengikuti pertemuan bisnis virtual antara pengurus kamar dagang dan industri (KADIN) Rawalpindi (RCCI), KADIN Indonesia Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan OKI, serta  para pelaku usaha UKM Indonesia pada Rabu (10/6/2020). (HO-KBRI Islamabad)

Jakarta (ANTARA) - KBRI Islamabad terus berupaya mencari peluang untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Pakistan di tengah pandemi COVID-19, demikian  keterangan tertulis KBRI tersebut yang diterima di Jakarta, Kamis.

KBRI Islamabad menggagas pertemuan bisnis virtual dengan mengundang pengurus kamar dagang dan industri (KADIN) Rawalpindi (RCCI), KADIN Indonesia Komite Tetap Timur Tengah (KT3) dan OKI, serta para pelaku usaha UKM Indonesia yang dilaksanakan pada Rabu (10/6).

"Pertemuan bisnis virtual ini merupakan upaya kita sedemikian rupa untuk selalu memupuk dan memperkuat hubungan antara pelaku usaha Indonesia dan Pakistan yang selama ini telah terjalin baik," kata Duta Besar RI untuk Pakistan, Iwan Suyudhie Amri.

Selain itu pertemuan diharapkan dapat melahirkan gagasan konstruktif dan solusi untuk mengatasi berbagai hambatan pada hubungan perdagangan bilateral Indonesia-Pakistan, khususnya pada masa pandemi saat ini.

Baca juga: Riset jadikan Pakistan hub bisnis minyak sawit Indonesia diuji ahli
Baca juga: Indonesia kembangkan perdagangan berkesinambungan dengan Pakistan


Presiden RCCI Saboor Malik mengapresiasi langkah KBRI Islamabad yang telah menginisiasi pertemuan bisnis virtual tersebut. "Banyak informasi positif yang kami peroleh dan memantik gagasan program sinergis untuk meningkatkan hubungan ekonomi Indonesia dan Pakistan," ucap Saboor Malik.

Dalam kesempatan pertemuan yang berlangsung selama dua jam, Wakil Ketua Kadin Indonesia KT3 dan OKI, Mufti Hasan Hamka menyebutkan bahwa Indonesia dan Pakistan memiliki jumlah populasi yang besar, sehingga potensi pasar di kedua negara masih terbuka lebar.

"Oleh karena itu, kami menyambut baik undangan RCCI untuk berpartisipasi pada pameran Virtual International Rawal Expo (VIRE) pada 7-16 Agustus 2020 dan akan meneruskan undangan tersebut kepada para pelaku bisnis di Indonesia," Mufti Hasan.

Kedua KADIN sepakat untuk menjadikan VIRE sebagai ajang promosi produk unggulan masing-masing anggotanya.

Salah satu perwakilan dari pelaku usaha Indonesia menyampaikan bahwa model pameran virtual itu merupakan yang pertama dan tepat untuk dilaksanakan di tengah pandemi, serta dinilai lebih ekonomis dan mendorong platform daring.

Total nilai perdagangan Indonesia-Pakistan pada 2019 mencapai 2,3 miliar dolar AS.

Meskipun saat ini kondisi ekonomi dunia tengah melesu, pada periode Januari-April 2020, neraca surplus Indonesia atas Pakistan sebesar 457,6 juta dolar AS atau naik sebesar 8,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 419,9 juta dolar AS.

Peningkatan surplus itu dipengaruhi oleh kenaikan ekspor Indonesia ke Pakistan sebesar 2,43 persen (dari 521,8 juta dolar AS menjadi 525,2 juta dolar AS), sementara impor turun 27,19 persen (dari 92,9 juta dolar AS menjadi 67,6 juta dolar AS).

Acara pertemuan bisnis virtual berlangsung produktif, dan semua yang hadir berharap forum bisnis virtual dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

"Kegiatan semacam ini akan terus kami lakukan dan menyentuh semua segmen pemangku kepentingan di sektor-sektor lainnya, karena format pertemuan virtual juga akan menjadi kebutuhan masa depan dunia usaha," ujar Dubes Iwan Amri.

Baca juga: KBRI Islamabad dorong kerja sama ekonomi Indonesia-Pakistan
Baca juga: KBRI promosikan produk pertanian Indonesia di Pakistan

 
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020