Mahasiswa PMM UMM buat face shield bagi relawan COVID-19

Mahasiswa PMM UMM buat face shield bagi relawan COVID-19

Warga menggunakan pelindung wajah face shiel. (ANTARA/Fathurrahman)

Banjarmasin (ANTARA) - Para Mahasiswa Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (PPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat Alat Pelindung Diri (APD) berupa face shield yang nantinya dibagikan untuk para relawan COVID-19 di kawasan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

"Untuk alat dan bahan pembuatan face shield ini sangat sederhana, hanya membutuhkan busa, karet, plastik mica dan alat seperti gunting, lem tembak, serta penggaris dan cutter," ucap Koordinator Kelompok PPM UMM Eddy Wibowo di Padang Batung, Senin.

Ia mengatakan, kontribusi tersebut dilakukan dengan berinovasi untuk pembuatan Alat Pelindung Diri (APD) berupa face shield atau pelindung wajah, yang peruntukannya untuk para relawan COVID-19.

Dijelaskannya, proses pembuatan APD ini diawasi dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan Mohammad Jufri.

Baca juga: Pasar Jaya bagikan 80.000 faceshield ke pedagang pasar tradisional

Baca juga: Normal baru, penumpang kereta antarkota wajib gunakan pelindung muka


Diharapkan, melalui kontribusi lewat memproduksi APD ini dapat membantu relawan COVID-19 di Desa Pandulangan, yang bertugas di garda menangani pencegahan kasus COVID-19.

Produksi APD ini juga dilatarbelakangi membantu perjuangan tenaga medis serta relawan COVID-19 di Indonesia dalam merawat pasien positif virus Corona, maupun menangani pasien yang telah memiliki gejalanya, semakin terasa berat dengan kurangnya Alat Pelindung Diri (APD).

Salah satu APD yang vital adalah pelindung wajah (face shield) dan dengan melihat kondisi tersebut, muncul inisiatif dari mahasiswa PMM di Desa Pandulangan, untuk membuat face shield, yang dapat membantu para relawan COVID-19 di desa ini.

"Di tengah merebaknya virus Corona, alat ini sangat disarankan untuk orang-orang yang kerap melakukan interaksi dengan masyarakat luas apalagi bagi mereka yang bertugas memberikan layanan publik," katanya.

Menurut dia, tak hanya Tenaga Kesehatan (Nakes) serta petugas yang melayani masyarakat umum, orang-orang yang dalam aktivitasnya berkecimpung dengan banyak manusia juga perlu menggunakan pelindung muka, termasuk para relawan COVID-19 karena sangat rentan terpapar virus.

Lonjakan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel), akhir-akhir ini meningkat tajam, Kalsel termasuk dalam tiga provinsi dengan penambahan pasien positif COVID-19 paling signifikan dalam sepekan terakhir, selain Jawa Timur, dan Sumatera Selatan.

Adapun dari total pasien positif COVID-19 di Kalimantan Selatan, sebanyak 68 persen atau masih mayoritas berasal dari kluster Gowa, atau dari jamaah yang pulang dari mengikuti kegiatan Ijtima Ulama di Gowa, Sulawasi Selatan.*

Baca juga: Polantas wajib gunakan masker dan "face shield" di masa normal baru

Baca juga: Wali Kota Bogor bagikan "face shield" ke pedagang Pasar Sukasari
Pewarta : Gunawan Wibisono/Fathurrahman
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020