Kantor PM bantah Muhyiddin langgar perintah karantina di rumah

Kantor PM bantah Muhyiddin langgar perintah karantina di rumah

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin pada pidato Rencana Kembangkitan Kembali Ekonomi Nasional di Putrajaya, Jumat, yang disiarkan secara live oleh sejumlah televisi. ANTARA Foto/Agus Setiawan (1)

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Kantor Perdana Menteri Malaysia membantah laporan portal Sarawak Report yang menyatakan Perdana Menteri  Muhyiddin Yassin telah melanggar karantina dengan bepergian ke luar negeri untuk perawatan kanker.

Dalam pernyataan di Putrajaya, Selasa, mereka menyatakan laporan tersebut merupakan sebuah kebohongan dan tuduhan berniat jahat.

Kantor Perdana Menteri menyatakan menjalani karantina di rumah selama 14 hari mulai 22 Mei adalah mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Kesehatan Malaysia setelah salah satu staf yang hadir pascamusyawarah kabinet dinyatakan positif COVID-19.

Baca juga: Muhyiddin Yassin serukan warga Malaysia tinggal di rumah
Baca juga: Perekonomian Malaysia beroperasi kembali 4 Mei 2020


Selama menjalani masa karantina Perdana Menteri Muhyiddin Yassin senantiasa mematuhi aturan tidak keluar rumah dan semua tugas dijalankan dari rumah termasuk mengadakan video konferensi bersama Menteri Pertahanan  Ismail Sabri Yaakob dan Dirjen Kesehatan Dr Noor Hisyam Abdullah.

Tuduhan Sarawak Report bahwa Perdana Menteri Muhyiddin Yassin melanggar perintah karantina dengan keluar rumah apalagi terbang ke luar negeri adalah sama sekali tidak berdasar dan hanya rekaan penulis.

Penulis portal Sarawak Report perlu bertanggung jawab atas tuduhan yang dialamatkan kepada perdana menteri dengan menyampaikan bukti termasuk pesawat yang dinaiki, rumah sakit di Singapura dan dokternya sebagaimana dituduhkan.

Sementara itu Sarawak Report selama ini dikenal karena keberhasilannya membongkar kasus 1MDB mantan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak.

Baca juga: Malaysia akhiri PKPB pada 9 Juni 2020
Baca juga: Perdana Menteri Malaysia karantina diri 14 hari
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020