Model bisnis B2C di e-commerce makin diminati selama pandemi

Model bisnis B2C di e-commerce makin diminati selama pandemi

Startup Weekend ajak bikin "startup" untuk lawan COVID-19

Jakarta (ANTARA) - Model bisnis business-to-consumer (B2C) mengalami peningkatan minat pengguna bagi e-commerce agrikultur Indonesia, TaniHub, selama masa pandemi berlangsung beberapa bulan belakangan.

Menurut CEO TaniHub Ivan Arie Sustiawan, dibandingkan dengan model business-to-business (B2B), model bisnis B2C di perusahaan rintisan yang berfokus pada produk pertanian tersebut mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

"Market B2C naiknya di luar ekspektasi, bisa dibilang anomali juga, karena saat ini orang-orang belanja kebutuhan secara online untuk menghindari infeksi di masa pandemi ini," kata Ivan melalui seminar virtual, Jumat.

Baca juga: Ada PSBB, penjual sayur daring jamin pengantaran pesanan dalam 48 jam

Baca juga: Sambut Ramadhan, Chilibeli hadirkan paket sembako khusus


Sebagai informasi, B2C merupakan penjualan produk langsung kepada pelanggan, atau segmen ritel. Sementara B2B adalah model penjualan yang terjadi antara pelaku bisnis dengan pelaku bisnis lainnya.

Meskipun penjualan B2B mengalami penurunan, Ivan menilai bahwa tren ini wajar terjadi, menyusul adanya adaptasi dan perubahan kebiasaan atau gaya hidup masyarakat saat ini.

"Petani dulu memilih menjual secara offline dan sekarang mereka minta tolong untuk menjual secara online. Kita melihat kesempatan tersebut untuk menyalurkan hasil petani secara efektif," kata dia.

"Dan masyarakat pun aware dan berubah kebiasaannya untuk belanja online. Terbukti jumlah user yang belanja online semakin bertambah," ujar Ivan melanjutkan.

Pria yang memiliki latar belakang akuntan dan lama berkecimpung di industri keuangan hingga ritel itu menambahkan, melalui fenomena ini dapat memunculkan peluang usaha baru. Terbukti dengan banyaknya pelaku startup di bidang makanan, agrikultur, dan groceries saat ini.

"Kesadaran masyarakat semakin tinggi dan ini peluang kita untuk memberikan keyakinan belanja online agar dapat menikmati bahan pangan dari petani," kata Ivan.

"Dengan jumlah populasi yang besar, tren ini akan berdampak positif di bidang agrikultur dan groceries. Ini peluang yang baik. Banyaknya pemain membuktikan bahwa market-nya besar di waktu mendatang," pungkasnya.

Baca juga: Penjualan herbal di TaniHub melonjak 20 persen, termasuk empon-empon

Baca juga: Mentan ajak berbisnis pertanian karena tidak terdampak resesi ekonomi

Baca juga: TaniHub gandeng FastPOS jangkau petani mudahkan pemasaran
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020