Corona belum berakhir, Bahlil akan revisi lagi realisasi investasi

Corona belum berakhir, Bahlil akan revisi lagi realisasi investasi

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ANTARA/HO-Tangkapan layar Rakyat Merdeka TV.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya akan kembali merevisi target realisasi investasi 2020 menyusul belum juga ada tanda berakhirnya virus corona jenis baru atau COVID-19 di Indonesia hingga saat ini.

Bahlil dalam diskusi bertajuk Merayu Investor Datang Kembali di Jakarta, Jumat, mengatakan sebelum datangnya COVID-19, target realisasi investasi 2020 sebesar Rp886,1 triliun dalam RAPBN 2020.

"Tapi ada COVID-19, maka kita buat tiga skenario. Kalau COVID selesai bulan Mei, maka realisasi investasi dari Rp886 kami koreksi menjadi Rp855,6 triliun," katanya.

Simulasi pun berlanjut jika pandemi terus hingga Juni-Juli, maka target realisasi investasi dipangkas menjadi Rp817,2 triliun.

Hingga menjelang akhir Juni, Bahlil pun mengaku terus berkomunikasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo soal potensi penurunan kasus.

"Kemarin saya komunikasi dengan Ketua Gugus Tugas (Doni Monardo), 'Apa Juli bisa berakhir', beliau katakan ke saya bahwa untuk selesai 100 persen, tidak. Tapi penurunan insya Allah. Jadi kalau Juli masih tetap seperti sekarang, ada potensi bagi kami lakukan revisi realisasi investasi 2020," ungkapnya.

Bahlil mengatakan langkahnya merevisi target realisasi investasi hingga sedemikian rupa merupakan langkah yang diambil penuh pertimbangan matang.

Sebagai mantan pengusaha, ia mengaku tidak ingin menyerah. Namun di sisi lain, optimisme tidak berdasar juga tidaklah masuk akal.

Ia pun mengatakan terus berkomunikasi dengan Presiden Jokowi soal revisi target realisasi investasi itu. Selain investasi asing yang terdampak situasi global, investasi dalam negeri pun mau tak mau melambat karena pembatasan aktivitas di lapangan.

"Dengan argumentasi objektif, konstruktif dan sangat komprehensif itulah kami coba komunikasi dengan Presiden. Memang beliau juga menyadari kondisi ekonomi global dan nasional sedang dalam keadaan penuh cobaan karena COVID. Insya Allah Presiden memahami alasan yang kami buat," tutup mantan Ketua Umum Hipmi itu.

Baca juga: Bahlil pimpin satgas khusus deteksi investor yang mau relokasi bisnis
Baca juga: Bahlil pastikan segera ada investasi dari relokasi industri
Baca juga: BKPM: Jika COVID selesai Juli, target investasi Rp817 triliun
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020