Palestina desak Yunani tolak rencana pencaplokan oleh Israel

Palestina desak Yunani tolak rencana pencaplokan oleh Israel

Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) dibisiki Perdana Menteri Mohammad Ishtaye (kiri) di Rumah Sakit Istishari Arab di Ramallah, wilayah pendudukan Israel, Tepi Barat, Selasa (9/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/djo

Ramallah (ANTARA) - Palestina pada Kamis (18/6) mendesak Yunani agar menolak rencana Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah di Tepi Barat yang diduduki.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtaye sebelumnya menghubungi mitranya dari Yunani Kyriakos Mitsotakis pada Kamis, meminta Mitsotakis untuk tidak melanggar hukum internasional serta hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri.

Percakapan via telepon itu terjadi sehari pascakunjungan resmi Mitsotakis ke Israel. Di sana, ia bertemu dengan Presiden Israel Reuven Rivlin beserta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Kemitraan dan kepentingan bersama antara Yunani dan Israel seharusnya tidak mengorbankan rakyat Yunani dan kepercayaan pemerintah terhadap hukum internasional dan hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri," kata Ishtaye kepada Mitsotakis melalui telepon, menurut pernyataan kantornya.

"Yunani harus berbicara lantang menolak rencana pencaplokan Israel," kata Ishtaye, seraya mendorong mitranya itu untuk mengakui Palestina sebagai sebuah negara.

Sumber: Xinhua

Baca juga: Parlemen Yunani desak pemerintah akui Palestina

Baca juga: Parlemen Yunani desak pemerintah akui Palestina

Baca juga: Gereja Ortodoks Yunani di Gaza jadi tempat mengungsi warga Muslim


 

Indonesia surati 30 negara tolak aneksasi Israel di Tepi Barat

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020