Bupati Irna berharap nelayan yang hilang di Selat Sunda ditemukan

Bupati Irna berharap nelayan yang hilang di Selat Sunda ditemukan

Tim gabungan terdiri dari Basarnas Banten, Polair, SAR, KSOP Banten, Lanal, dan TNI kini menyisir di Perairan Selat untuk untuk mencari nelayan yang hilang setelah KM Puspita Jaya diterjang gelombang saat hendak menuju Pulau Rakata yang lokasinya tidak jauh dengan Gunung Anak Krakatau.

Pandeglang (ANTARA) - Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap nelayan hilang di Perairan Selat Sunda setelah Kapal Motor (KM) Puspita Jaya yang ditumpanginya itu terbalik bisa ditemukan.

"Kami menerima laporan tujuh nelayan yang masih dalam pencarian dan sembilan orang selamat," kata Irna Narulita di Pandeglang, Banten, Minggu.

Kecelakaan dialami sebanyak 16 nelayan Teluk Labuan Pandeglang menjadikan pelajaran dan ke depan jangan sampai terjadi kembali. Mereka nelayan jika melaut tentu harus memperhatikan keselamatan dan hati-hati untuk menghindari kecelakaan laut.

Pihaknya mengapresiasi tim gabungan evakuasi bekerja keras untuk melakukan pencarian para korban tenggelam KM Puspita Jaya dimana sembilan dinyatakan selamat.

"Kami berharap semua nelayan yang mengalami musibah ini dapat ditemukan dalam kondisi selamat," ujarnya berharap.

Sementara itu, Kepala Basarnas Banten Muhammad Zaenal Arifin mengatakan tim gabungan yang melibatkan TNI, SAR, Lanal Banten dan Polair kini masih melakukan pencarian nelayan yang hilang.

Baca juga: Basarnas Banten lakukan pencarian tujuh nelayan hilang di Selat Sunda

Tim gabungan melakukan penyisiran di sekitar Perairan Selat Sunda dan hingga kini baru sembilan nelayan yang ditemukan selamat atas nama Durja (nakhoda) (31), Sanan (35), Dede (24), Aji Alamsyah (21), Ashan (36), Ako (21), Juhedi (38), Udi (45) dan Wawan (30).

Sedangkan, tujuh nelayan yang belum ditemukan atas nama Jamal (25), Suri (50), Tastirah (50), Sancan (35), Boler (30), Rasmin (30) dan Joni (30).

"Semua nelayan itu warga Teluk Labuan Pandeglang," ucapnya.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020