Demonstran gagal jatuhkan patung Andrew Jackson dekat Gedung Putih

Demonstran gagal jatuhkan patung Andrew Jackson dekat Gedung Putih

Sejumlah demonstran berusaha merobohkan patung Presiden Amerika Serikat Andrew Jackson di Lafayette Park depan Gedung Putih ketika aksi unjuk rasa menentang ketidaksetaraan ras di Washington DC, Amerika Serikat, Senin (22/6/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Para pengunjuk rasa gagal saat mencoba merobohkan sebuah patung mantan Presiden Amerika Serikat Andrew Jackson di dekat Gedung Putih, pada Senin.

Para demonstran tersebut mencorat-coret kata "bajingan pembunuh" di bagian pangkalan patung itu dan menarik tali di sekeliling sosok Jackson yang berada di atas kuda sebelum polisi akhirnya turun tangan.

Rekaman video yang diunggah ke media sosial juga menunjukkan sejumlah demonstran memanjat monumen perunggu di Lafayette Square itu, yang terletak di seberang jalan dari Gedung Putih.

Aksi perobohan patung Andrew Jackson itu merupakan bagian dari upaya terbaru para demonstran untuk menghancurkan gambar tokoh sejarah yang dianggap rasis atau memecah belah.

Polisi dengan memakai perlengkapan anti huru hara kemudian terlihat bergerak untuk mendorong mundur kerumunan dan membentuk cincin pelindung di sekitar patung Andrew Jackson, yang didirikan pada 1852 di atas dasar marmer putih. Patung itu menggambarkan Jackson yang sedang menunggang kuda peliharaan.

Sebelumnya, pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di jalan-jalan terdekat, yang merupakan bentrokan terbaru dalam serangkaian demonstrasi untuk menentang kebrutalan dan rasisme polisi menyusul kematian seorang pria kulit hitam berusia 46 tahun, George Floyd, akibat lehernya ditekan dengan lutut oleh seorang perwira polisi Minneapolis.

Jackson, presiden ketujuh AS, adalah mantan jenderal di Angkatan Darat Amerika Serikat dan politisi populis yang dijuluki "Old Hickory," yang gaya politiknya kadang-kadang dibandingkan dengan gaya Presiden Donald Trump.

Aktivis penduduk asli Amerika telah lama mengkritik Jackson, seorang politisi Demokrat, karena menandatangani Undang-Undang Penghapusan Suku Indian (Indian Removal Act) selama masa kepresidenannya pada 1829-1837, yang membuat ribuan orang diusir dari tanah mereka oleh pemerintah AS.

Dipaksa untuk pergi menuju ke Barat dalam aksi yang disebut sebagai "Trail of Tears" (Jejak Air Mata) -- yakni realokasi paksa suku Indian yang adalah penduduk asli Amerika -- ribuan penduduk asli Amerika meninggal sebelum mencapai tempat tujuan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Gubernur New York "bela" patung Columbus, simbol orang Italia-Amerika
Baca juga: Patung jenderal Konfederasi digulingkan, Trump sebut sebagai aib
Baca juga: Trump tolak turunkan patung Theodore Roosevelt di New York
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020