Sepuluh warga Kramat Jati reaktif COVID-19 berdasarkan tes cepat

Sepuluh warga Kramat Jati reaktif COVID-19 berdasarkan tes cepat

Warga Kramat Jati, Jakarta Timur menjalani kegiatan tes cepat COVID-19 yang digelar Relawan Indonesia Bersatu (RIB) bertempat di pelataran parkir Mal Lippo Plaza, Selasa (23/6/2020). (ANTARA/HO-RIB).

Jakarta (ANTARA) - Sepuluh peserta tes cepat (rapid test) COVID-19 di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, dinyatakan reaktif.

"Hingga saat ini sudah 384 yang diperiksa dan ada sepuluh warga yang reaktif dan langsung dibawa ke mobile swab," kata Ketua Umum Relawan Indonesia Bersatu (RIB) Sandiaga Uno di Jakarta.

"Rapid test" kali ini menyasar sekitar 1.000 peserta dari kalangan manula hingga anak-anak sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah yang masuk daftar zona merah.

Kegiatan itu melibatkan tim medis dari Relawan Indonesia Bersatu serta didukung petugas Puskesmas Jakarta Timur.

"Rapid test" secara gratis ini juga diikuti oleh kalangan ibu hamil serta balita.

Petugas medis mengambil sampel darah balita yang menjadi peserta tes cepat dengan didampingi orang tuanya.

Baca juga: RIB siapkan tes cepat bagi 1.000 penghuni rusunawa di Cengkareng
Baca juga: Relawan Bersatu adakan tes cepat massal sasar petugas PPSU di Gambir

Dalam waktu beberapa menit, hasil tes langsung diumumkan melalui secarik kertas, apakah orang tersebut reaktif atau negatif.

Bagi peserta yang dinyatakan reaktif, langsung dibawa menuju bilik isolasi dan dilakukan tes usap (swab test).

Bila ternyata hasilnya positif COVID-19, maka tim relawan segera membawa pasien bersangkutan menuju Wisma Atlet atau rumah sakit rujukan.

"Dipilihnya kawasan Kramat Jati karena daerah ini masih cukup rawan. Bahkan pedagang di pasar Kramat Jati ada yang sudah positif. Kami berharap penyebaran COVID-19 bisa diputus tak tak kembali menyebar," katanya.

Salah satu peserta dari kalangan ibu hamil, Indarti (48) mengaku sangat terbantu dengan kegiatan itu.

"Laporan ini kan jadi syarat juga buat saya lahiran di bidan. Kalau tidak ada suratnya mereka tidak berani," katanya.

Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020