Iran siap berunding jika AS minta maaf keluar dari perjanjian nuklir

Iran siap berunding jika AS minta maaf keluar dari perjanjian nuklir

Presiden Iran Hassan Rouhani mengunjungi keluarga dari Mayor Jenderal Qassem Soleimani yang tewas karena serangan udara Amerika di Teheran, Iran, Sabtu (4/1/2020). ANTARA FOTO/Official Presidential website/Handout via REUTERS/pras.

Dubai (ANTARA) - Iran siap melakukan perundingan dengan Amerika Serikat jika Washington meminta maaf karena telah keluar dari perjanjian nuklir Iran 2015, sekaligus memberi ganti rugi kepada Teheran, kata Presiden Iran Hassan Rouhani, Rabu.

Presiden AS Donald Trump pada 2018 angkat kaki dari pakta nuklir Iran, yang dicapai dengan enam negara besar dunia, dan kembali memberlakukan sanksi terhadap Teheran. Trump menyebutkan pakta tersebut tidak cukup mencegah program rudal dan pengaruh Teheran di kawasan.

"Kami tidak ada masalah untuk berbicara dengan AS, namun hanya jika Washington memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian nuklir, menyampaikan permohonan maaf dan memberikan ganti rugi kepada Teheran lantaran telah mundur dari perjanjian 2015," kata Rouhani dalam pidato di televisi.

"Namun kita tahu bahwa seruan pembicaraan dengan Teheran ini cuma sekedar kata-kata dan omong kosong," ia menambahkan.

Sumber: Reuters

Baca juga: Sektor obat-obatan Iran jadi korban sanksi AS

Baca juga: Menlu Iran menyeru AS kembali pada kesepakatan nuklir 2015

Baca juga: Iran akan eksekusi informan CIA yang sebabkan Soleimani terbunuh

 

Ketika kapal perang Iran kali pertama singgah di Indonesia

Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020