Untuk pertama kalinya Unand akan laksanakan wisuda secara daring

Untuk pertama kalinya Unand akan laksanakan wisuda secara daring

Rektor Unand Prof Yuliandri (kiri) bersama Wakil Rektor I Unand Prof Mansyurdin (kanan). (ANTARA/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) Padang memutuskan pelaksanaan wisuda II tahun 2020 dilaksanakan secara daring yang akan diselenggarakan pada 30 Juni 2020.

"Wisuda II ini diikuti 1.100 wisudawan dilakukan secara daring untuk mencegah kerumunan massa mengantisipasi penularan Corona Virus Disease (COVID-19)," kata Rektor Unand Prof Yuliandri di Padang, Kamis.

Menurut dia, pada pelaksanaan wisuda yang diikuti jenjang diploma III, S1, S2 hingga doktor tersebut wisudawan cukup berada di rumah saja.

"Nanti akan ada sambutan dari rektor dan untuk pemindahan jambul toga dilakukan oleh orang tua masing-masing wisudawan di rumah," ujarnya.

Baca juga: Di saat pandemi, Unand terjunkan 4.219 mahasiswa KKN tematik

Baca juga: Mendes minta mahasiswa edukasi masyarakat tentang normal baru


Ia mengakui dengan pelaksanaan wisuda daring pada satu sisi meniadakan kenangan ketika wisuda konvensional yang mengumpulkan banyak orang, namun pada sisi lain ada sisi emosional yang juga hadir yaitu ketika orang tua memindahkan jambul toga anaknya.

Sementara Wakil Rektor I Unand Prof Mansyurdin menyampaikan kebijakan wisuda daring ini memang ada sejumlah mahasiswa yang tidak menyetujui karena wisuda konvesional dinilai lebih meriah dan bisa dihadiri banyak anggota keluarga.

Akan tetapi karena kondisi, diputuskan untuk daring dan bagi mahasiswa yang tetap ingin melaksanakan wisuda konvensional silakan ketika situasi sudah normal di fakultas, kata dia.

Untuk teknis wisuda daring, ia menyampaikan akan diikuti oleh Rektor, senat dan dekan dan mahasiswa via daring (online) dari rumah masing-masing.

Ia mengakui pandemi ini membuat sejumlah kendala dalam proses perkuliahan karena semua dilakukan secara daring termasuk bimbingan skripsi hingga ujian komprehensif.

"Bimbingan langsung jauh lebih efektif dan suasananya berbeda ketimbang hanya daring," katanya.

Kemudian sejumlah kendala yang dihadapi oleh para mahasiswa dalam menyelesaikan studi mulai dari kesulitan melakukan penelitian di lapangan karena pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar.

Selain itu di awal pandemi ada larangan praktik di lab dan saat ini sudah ada kebijakan harus seizin fakultas dan juga ada keringanan diberikan, yaitu mahasiswa cukup melakukan studi literatur dalam menulis skripsi.

Pada wisuda II 2020 Unand juga menghapus uang wisuda yang biasanya dipungut sehingga biayanya gratis dan mahasiswa cukup melengkapi berkas administrasi serta memakai baju wisuda di rumah.

Untuk syarat bebas pustaka juga ditiadakan dan syarat-syarat lain seperti syarat tes TOEFL ditiadakan dan syarat lain dapat dilengkapi saat mengambil ijazah.*

Baca juga: Dekan FTP Unand gagas kampus nagari mudahkan perkuliahan daring

Baca juga: Epidemiolog: Zona hijau tidak jamin suatu daerah bebas COVID-19
Pewarta : Ikhwan Wahyudi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020