Dilaksanakan saat pandemi, pemilu Korsel catat partisipasi tertinggi

Dilaksanakan saat pandemi, pemilu Korsel catat partisipasi tertinggi

Warga yang memakai masker menunggu untuk memberikan suara dalam pemilu legislatif di tengah pandemi COVID-19 di sebuah tempat pemungutan suara di Seoul, Korea Selatan, Rabu (15/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Pemilu legislatif nasional Korea Selatan yang diselenggarakan di tengah pandemi COVID-19, justru mencapai tingkat partisipasi tertinggi.

Dilaksanakan pada 15 April 2020, pemilu tersebut terbilang berhasil dengan partisipasi lebih dari 29 juta pemilih, atau mencakup 66,2 persen dari total pemilih yang terdaftar.

“Ini adalah rekor partisipasi tertinggi untuk pemilu parlemen dalam 28 tahun terakhir,” kata staf bidang politik Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta Cho En-young kepada ANTARA, Jumat.

Menurut Cho, otoritas Korea Selatan sempat khawatir jika mobilisasi orang secara besar-besaran dalam pelaksanaan pemilu dapat menjadi sumber penyebaran virus corona baru.

Selain itu, ada pula kekhawatiran tentang ketidakmampuan untuk melakukan kampanye politik dengan benar mengingat adanya pemberlakuan langkah-langkah pembatasan sosial.

Untuk itu, dalam masa persiapan, Komisi Pemilihan Umum (NEC) bekerjasama dengan pemerintah menyusun prosedur operasi yang terperinci untuk pemungutan suara dan penghitungan suara secara aman.

Baca juga: Kepatuhan pada protokol kesehatan kunci keberhasilan pemilu Korsel

Prosedur pemilihan untuk pasien serta orang-orang di bawah karantina mandiri juga dipaparkan. Pedoman bagi pemilih untuk hari pemungutan juga dirancang dan diedarkan secara luas sebelum pemilu.

“Secara umum, orang-orang memahami bahwa pemilu harus dilaksanakan sesuai jadwal,” ujar Cho.

“Warga Korea Selatan memiliki kepercayaan pada kemampuan pemerintah untuk mengelola pemilu dengan aman dan saling percaya bahwa setiap orang akan dengan hati-hati menjaga protokol kesehatan,” ia menambahkan.

Selain prosedur pelaksanaan yang aman, Cho menyatakan bahwa kunci kesuksesan pemilu di Korea Selatan terletak pada kepatuhan warganya untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Protokol itu mencakup kewajiban memakai masker, menjaga jarak satu meter, pemeriksaan suhu tubuh, memakai cairan pembersih tangan, dan mengenakan sarung tangan plastik sekali pakai pada saat pemungutan suara.

Pada 10 Mei 2020, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan belum melaporkan kasus COVID-19 yang terkait dengan kegiatan pemilu legislatif yang dimenangkan oleh Partai Demokrat, yang mendukung kepemimpinan Presiden Moon Jae-in.

Baca juga: Korea Selatan berjuang lawan gelombang kedua virus corona

Baca juga: Korea Selatan kucurkan Rp70 miliar untuk ASEAN tangani COVID-19

Baca juga: ASEAN-Korea Selatan siap bekerja sama penanganan penyakit infeksi


 

Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020