Harga minyak naik, namun dibayangi kenaikan kasus baru Corona di AS

Harga minyak naik, namun dibayangi kenaikan kasus baru Corona di AS

Ilustrasi - Anjungan minyak lepas pantai di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Lucy Nicholson/pri.

New York (ANTARA) - Harga minyak naik sekitar satu dolar AS per barel pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ditopang data ekonomi bullish dari Asia dan Eropa, tetapi investor khawatir tentang lonjakan tajam dalam infeksi baru Virus Corona baru di seluruh dunia.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 69 sen atau 1,7 persen menjadi ditutup pada 41,71 dolar AS per barel. Sementara itu harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus bertambah 1,21 dolar AS atau 3,1 persen menjadi menetap pada 39,70 dolar AS per barel.

Pemulihan sentimen ekonomi di zona euro meningkat pada Juni dengan perbaikan di semua sektor, data Komisi Eropa menunjukkan pada Senin (29/6/2020). Sentimen keseluruhan naik menjadi 75,7 poin pada Juni dari 67,5 pada Mei, meskipun masih jauh dari harapan.

Baca juga: Dolar hanya sedikit menguat, pasar masih khawatir kasus baru Corona AS

Baca juga: Kementerian ESDM - DPR sepakati asumsi harga minyak 45 dolar AS/barel


Di China, keuntungan di perusahaan industri naik untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada Mei, menunjukkan pemulihan ekonomi negara itu.

Indeks-indeks saham AS yang naik secara luas pada hari yang sama, juga menambahkan dukungan untuk harga minyak, yang terkadang mengikuti ekuitas.

Tapi kekhawatiran gelombang kedua pandemi membuat harga tidak naik lebih tinggi. Korban tewas akibat COVID-19 melampaui setengah juta orang pada Minggu (28/6/2020) menurut penghitungan Reuters.

Beberapa negara bagian di Amerika Serikat menerapkan kembali pembatasan setelah terjadi lonjakan dalam beberapa kasus. California memerintahkan bar untuk tutup pada Minggu (28/6/2020) menyusul langkah serupa di Texas dan Florida. Negara bagian Washington dan kota San Francisco telah menghentikan rencana pembukaan kembali mereka.

Baca juga: Harga emas naik 0,9 dolar, investor tetap khawatir naiknya COVID-19

"Sementara langkah-langkah lokal ini sendiri tidak mungkin melihat dampak langsung utama pada permintaan, mereka menyoroti risiko signifikan terhadap permintaan bensin," kata JBC Energy.

Brent akan mengakhiri Juni dengan kenaikan bulanan ketiga berturut-turut setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutu, yang dikenal sebagai OPEC+, memperpanjang perjanjian pemangkasan pasokan 9,7 juta barel per hari (bpd) hingga Juli.

"Pemotongan pasokan OPEC+ telah membantu menjaga harga minyak bertahan dan setelah kepatuhan hampir 90 persen pada Mei, dalam beberapa hari ke depan kita akan mendapatkan petunjuk data tentang kepatuhan Juni," kata Louise Dickson, analis pasar minyak Rystad Energy.

OPEC telah memangkas produksi minyak pada Juni sebesar 1,25 juta barel per hari dari level Mei, menurut perkiraan dari perusahaan pelacak tanker, Petro-Logistics.

Baca juga: Saham Spanyol berbalik menguat, Indeks IBEX 35 melambung 1,39 persen

Baca juga: Saham Jerman melambung, Indeks DAX 30 ditutup melonjak 142,73 poin


 
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020